
Jakarta, Senin 15 September 2025-VNNMedia- Kematian tragis aktivis politik muda, Charlie Kirk, menuai banyak simpati dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan musisi dunia
Seperti yang dilakukan oleh musisi Morgan Wallen. Di tengah konsernya di Kanada pada hari Jumat (12/9), superstar musik country tersebut berhenti sejenak di tengah pertunjukan musiknya untuk memberikan penghormatan dan pesan menyentuh hati untuk mendiang Charlie Kirk dan keluarganya
“Saya tidak akan berkomentar banyak tentang ini, tapi lagu ini semakin menyentuh saya beberapa hari terakhir,” ujar Wallen dalam sebuah video yang direkam penggemar. “Saya hanya ingian memberi tahu Erika Kirk (Istri Charlie Kirk) bahwa saya dan keluarga mengirimkan doa untuknya.”
Wallen kemudian menyanyikan lagunya “I’m a Little Crazy”, yang didedikasikan untuk keluarga Kirk, dan diikuti oleh seluruh penonton
Di hari yang sama, dalam konsernya di Stadion Wembley, London, Inggris, vokalis Coldplay, Chris Martin, menghentikan sejenak pertunjukan untuk mengajak penonton mengangkat tangan mereka dan “mengirimkan cinta” ke seluruh dunia, termasuk kepada keluarga mendiang Charlie Kirk. Momen ini terjadi sebelum band membawakan lagu “Fix You”
Konser ini merupakan bagian dari tur “Music of the Spheres World Tour” yang telah berlangsung sejak 22 Agustus 2025 dan menjadi pertunjukan terakhir mereka di Wembley
Pembunuhan Charlie Kirk
Charlie Kirk (14 Oktober 1993 – 10 September 2025) adalah seorang aktivis politik konservatif sayap kanan, penulis, dan tokoh media Amerika
Ia adalah pendiri dan direktur eksekutif organisasi mahasiswa konservatif, Turning Point USA (TPUSA), yang didirikan pada tahun 2012. Kirk dikenal sebagai sekutu dekat dan penting dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Kirk meninggal setelah ditembak di leher saat sedang berpidato dalam sebuah acara di Utah Valley University pada 10 September 2025
Ia terkena tembakan yang dilepaskan dari atap gedung yang berjarak sekitar 130 meter dari lokasi acara. Tersangka penembakan, Tyler Robinson (22), ditangkap pada 12 September 2025. Motif penembakan diduga berkaitan dengan kebencian ideologis
sumber: Billboard
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News