
Kairo, Kamis 14 Agustus 2025-VNNMedia- Pemerintah Mesir mengumumkan bahwa wilayah Gaza akan dikelola oleh 15 teknokrat asal Palestina, jika terjadi gencatan sentaja. Menurut Mesir kinerja 15 teknokrat tersebut mendapat pengawasan langsung dari Otoritas Palestina
Seperti diutarakan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty pada Rabu kemarin, bahwa Gaza akan dijalankan oleh 15 teknokrat Palestina di bawah pengawasan PA (Otoritas Palestina) untuk periode sementara enam bulan dengan penekanan pada kesatuan administrastif antara Gaza dan Tepi Barat
Perwakilan Hamas telah tiba di Kairo pada Selasa kemarin untuk bertemu dengan pejabat Mesir dalam rangka membahas proposal ‘gencatan senjata selama 60 hari’
“Tujuan utamanya adalah kembali ke proposal awal, yaitu gencatan senjata selama 60 hari, disertai dengan pembebasan beberapa sandera dan tahanan Palestina, serta masuknya bantuan kemanusiaan dan medis ke Gaza tanpa hambatan atau syarat,” ujar Abdelatty
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (11/8) menegaskan bahwa Gaza pasca diambilalih Israel, akan dikelola oleh ‘pemerintah sipil non-Israel’ tetapi bukan hamas ataupun otoritas Palestina, melainkan oleh pihak ketiga
Sebagai informasi, Netanyahu, mengusulkan rencana militer kontroversial untuk “menguasai Kota Gaza,” yang memicu gelombang penentangan baik di dalam maupun luar negeri. Rencana tersebut mendapat persetujuan dalam rapat kabinet keamanan yang berlangsung selama 10 jam, dengan tujuan utama untuk mengambil kendali penuh atas Jalur Gaza
Harian Jerusalem Post memberitakan bahwa dalam pengambilalihan Gaza nantinya akan dikerahkan lima divisi Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF). Operasi militer itu diperkirakan memakan waktu hingga lima bulan termasuk untuk memindahkan sekitar satu juta warga Palestina dari kota Gaza
sumber: Antara
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News