
Jakarta, Selasa 12 Agustus 2025-VNNMedia- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan bahwa penjualan rumah subsidi mengalami lonjakan permintaan beberapa waktu belakangan
Pernyataan menteri yang akrab dipanggil Ara itu, untuk menepis kabar bahwa sektor properti, khususnya perumahan, mengalami kelesuan meski pemerintah meluncurkan insentif PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah)
“Dari diskusi saya dengan pengembang dan para marketing rumah subsidi ternyata bisnis perumahan subsidi makin menyala larena minat masyarakat untuk memiliki rumah semakin besar. Jaditidak benar jika ada yang bilangbahwa bisnis properti semakin turun,” jelas Ara dalam keterangan tertulis, Senin (11/8)
Ara menilai bahwa peningkatan penjualan rumah subsidi tidak lepas dari program prestisius Presiden Prabowo, 3 juta rumah. Ia menegaskan bahwa rumah subsidi merupakan jawaban atas kebutuhan rakyat akan adanya hunian yang layak
Pengembang, menurut Ara, juga sudah mulai merasakan dampak langsung dari program tersebut. “Kondisi di lapangan ternyata bisnis perumahan subsidi semakin menyala kan,” pungkasnya
Di sisi lain, kinerja positif perumahan subsidi tidak menular kepada penjualan rumah komersil yang turun selama paruh 2025 dikarenakan daya beli masyarakat yang turun, meski pemerintahan Prabowo meneruskan kebijakan pemerintah sebelumnya di sektor properti, yaitu insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)
Ketua REI Joko Suranto mengatakan pada akhir Juli lalu bahwa sepanjang semester I/2025 penjualan properti komersial mengalami pertumbuhan terbatas. Hingga akhir Juni, realisasinya mencapai 11.378 unit
“Kita tahu ada penurunan daya beli masyarakat, banyak PHK, kemudian banyak ketidakpastian sehingga ini relatif dengan PPN DTP, dengan kebijakan KUR, dan sebagainya ini memberi dorongan ke pasar,” ujar Joko
sumber: Bisnis.com
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News