
BENOA, 20 Juli 2025 – VNNMedia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Widyanti Putri Wardana, menyampaikan apresiasinya atas pengembangan kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa, Bali.
Menurutnya, konsep BMTH sangat potensial untuk menjadikan Bali sebagai pintu gerbang utama wisata maritim internasional sekaligus destinasi unggulan yang mampu bersaing di kancah global.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Widyanti saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan BMTH, Jumat (17/7/2025), didampingi Direktur Strategi PT Pelindo Drajat Sulistyo, Direktur Utama Pelindo Solusi Logistik Joko Noerhuda, Executive Director 3 Pelindo Daru Wicaksono Julianto, serta pihak KSOP Kelas II Pelabuhan Benoa.
Kunjungan tersebut diawali dengan peninjauan proses sandar kapal pesiar Silver Cloud yang membawa lebih dari 300 wisatawan mancanegara. Kapal tersebut menjadi simbol meningkatnya posisi Bali sebagai destinasi cruise favorit di kawasan Asia.
Selain itu, Menparekraf juga meninjau progres pembangunan yacht marina yang tengah dikembangkan oleh Pelindo bersama PT Marina Development Indonesia (MDI). Marina ini dirancang untuk memenuhi standar internasional, guna melayani wisatawan kapal pesiar kecil dan yacht, serta mendukung ekosistem wisata bahari Bali.
“Konsep pengembangan BMTH sangat strategis dalam memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata premium berbasis kelautan. Fasilitas seperti terminal cruise dan yacht marina akan mendongkrak kunjungan wisatawan asing. Namun, perlu sinergi semua pihak agar pengembangannya maksimal,” ujar Menteri Widyanti.
Senada dengan itu, Direktur Strategi Pelindo, Drajat Sulistyo, menyebut BMTH bukan sekadar pelabuhan, melainkan pusat aktivitas wisata laut yang terintegrasi dengan infrastruktur logistik, pelayaran, dan sektor pariwisata.
“Pengembangan BMTH adalah bentuk nyata dukungan Pelindo dalam transformasi ekonomi daerah melalui pariwisata. Kami terus berkomitmen menjadikan kawasan ini sebagai maritime tourism hub bertaraf internasional,” ungkap Drajat.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong percepatan pembangunan pariwisata nasional, terutama melalui penguatan destinasi berbasis bahari seperti yang dikembangkan di BMTH.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News