Menlu China Kecam Eskalasi Perang di Timur Tengah, Serukan Penghormatan Kedaulatan Iran

Melu China Wang Yi

Beijing, Senin 09 Maret 2026-VNNMedia- Diplomat tertinggi China, Wang Yi, menyampaikan kecaman keras terhadap perang yang saat ini melanda Timur Tengah dalam konferensi pers di sela-sela Sidang Dua Sesi China pada Minggu (8/3)

Menteri Luar Negeri China tersebut menegaskan bahwa konflik yang tengah berlangsung adalah sebuah tragedi yang seharusnya tidak pernah terjadi dan tidak akan membawa keuntungan bagi pihak mana pun. Dengan menggambarkan wilayah tersebut sedang “dilalap api”, Wang Yi menyerukan penghentian segera seluruh permusuhan guna mencegah situasi semakin memburuk dan menghindari meluasnya krisis ke skala yang lebih besar

Konflik ini meletus pada 28 Februari lalu, dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan rudal serta pesawat tak berawak. Situasi semakin memanas setelah Israel melancarkan serangan baru ke Lebanon sebagai respons atas tindakan milisi Hizbullah

Terkait hal ini, Beijing secara khusus mengecam tindakan militer AS dan Israel, termasuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Wang Yi mengingatkan bahwa membalas kekerasan dengan kekerasan hanya akan menabur benih kebencian dan krisis baru di masa depan

Dalam pernyataannya, Wang Yi menekankan pentingnya kembali ke dialog politik dan menolak keras “hukum rimba” atau penyalahgunaan kekuatan militer. Ia menggarisbawahi bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran serta negara-negara Teluk harus dihormati tanpa pengecualian

Menurutnya, penggunaan kekerasan secara sengaja bukanlah bukti kekuatan sebuah negara, melainkan pelanggaran terhadap landasan tatanan internasional. China menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan negara-negara di kawasan tersebut guna memulihkan ketertiban berdasarkan prinsip non-intervensi

Pernyataan diplomat senior China ini juga muncul sebagai respons terhadap sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengklaim hak untuk menentukan pemimpin Iran selanjutnya dan menuntut “penyerahan tanpa syarat” dari Teheran

Wang Yi dengan tegas menolak upaya perubahan rezim atau perencanaan “revolusi warna”, serta menekankan bahwa rakyat Timur Tengah adalah penguasa sejati di wilayah mereka sendiri. Ia menegaskan bahwa urusan internal kawasan tersebut harus ditentukan secara independen oleh negara-negara setempat tanpa campur tangan pihak asing

sumber: Channel News Asia

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News