
Jakarta, Minggu 21 September 2025-VNNMedia- Diberitakan sebelumnya bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menolak usulan “Skenario Korea” dalam penyelesaian konfliknya dengan
baca juga: Zelensky Ogah “Skenario Korea” untuk Akhiri Konflik dengan Rusia
Lalu apa yang dimaksud “Skenario Korea” yang mengusung konsep dua negara? Simak berikut ini:
Konsep “dua negara” di Semenanjung Korea merupakan hasil dari perpecahan historis yang berakar pada akhir Perang Dunia II. Sebelumnya, Korea adalah satu kesatuan yang telah bersatu di bawah Dinasti Joseon selama berabad-abad. Namun, setelah Jepang menyerah pada tahun 1945, Semenanjung Korea yang sebelumnya menjadi koloni Jepang, dibagi menjadi dua zona pendudukan oleh pasukan Sekutu
Bagian utara diduduki oleh Uni Soviet dengan ideologi komunis, sementara bagian selatan diduduki oleh Amerika Serikat dengan ideologi demokrasi. Perbedaan ideologi ini memicu terbentuknya dua pemerintahan terpisah pada tahun 1948, yaitu Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) di Pyongyang dan Republik Korea (Korea Selatan) di Seoul
Ketegangan ideologi ini mencapai puncaknya pada tahun 1950 ketika Korea Utara menyerang Korea Selatan, memicu Perang Korea. Perang brutal yang berlangsung selama tiga tahun ini mengukuhkan perpecahan
Meskipun gencatan senjata ditandatangani pada tahun 1953, perjanjian damai resmi tidak pernah disepakati, yang berarti secara teknis kedua negara masih dalam kondisi perang. Batas antara kedua negara, yaitu Zona Demiliterisasi (DMZ), menjadi salah satu perbatasan paling dijaga ketat di dunia
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News