
Jakarta, Kamis 12 Februari 2026-VNNMedia- Menurut data dan pedoman dari American Cancer Society, kanker kolorektal adalah jenis kanker yang bermula di usus besar (kolon) atau rektum
Penyakit ini sering kali berawal dari tumbuhnya gumpalan sel kecil non-kanker yang disebut polip, yang seiring waktu dapat berubah menjadi kanker
Gejala & Penyebab
Gejala kanker kolorektal sering kali tidak muncul pada tahap awal, itulah sebabnya pemeriksaan dini sangat penting. Tanda yang umum terjadi meliputi perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung selama beberapa hari, seperti diare, sembelit, atau feses yang menjadi lebih kecil dan tipis.
Selain itu, penderita mungkin mengalami pendarahan rektal dengan darah merah cerah, atau adanya darah dalam feses yang membuatnya terlihat gelap atau hitam. Gejala lainnya adalah nyeri perut, kram, rasa lelah yang luar biasa akibat anemia, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Penyebab & Faktor Resiko
Penyebab pasti kanker kolorektal belum diketahui, namun terdapat berbagai faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit ini
Faktor yang tidak dapat diubah meliputi usia, di mana risiko meningkat seiring bertambahnya usia terutama setelah 45 tahun, serta riwayat keluarga atau adanya sindrom genetik seperti sindrom Lynch. Selain itu, penderita penyakit radang usus kronis seperti kolitis ulseratif juga memiliki risiko lebih tinggi.
Terdapat juga faktor risiko yang berkaitan dengan gaya hidup meliputi kebiasaan makan tinggi daging merah atau daging olahan, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, merokok, serta konsumsi alkohol secara berlebihan
American Cancer Society menekankan bahwa banyak kasus kanker kolorektal dapat dicegah melalui skrining rutin dan perubahan pola hidup sehat. Skrining memungkinkan dokter menemukan dan mengangkat polip sebelum sempat berubah menjadi sel kanker
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News