
Jakarta, Senin 26 Januari 2026 – VNNMedia – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan, layanan kesehatan di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) telah kembali beroperasi 100 persen.
Hal tersebut disampaikan Tito sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatera yang digelar di Ruang Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (26/1/2026).
“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas nama satgas dan juga atas nama dewan karena kerja keras bapak-ibu sekalian, kementerian (da) lembaga, kemudian juga pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota, serta semua non-pemerintah yang hadir juga di sana,” ujarnya dalam keterangannya, Senin dilansir Kompas.com.
Berdasarkan data satgas, dari 87 rumah sakit umum daerah (RSUD) terdampak, sebelumnya terdapat sembilan RSUD yang sempat berhenti beroperasi. Saat ini, seluruh RSUD tersebut telah kembali beroperasi normal.
Sementara itu, dari 867 puskesmas terdampak, sebelumnya ada 152 puskesmas tidak beroperasi. Saat ini, sebanyak 865 puskesmas telah beroperasi normal, sedangkan 2 puskesmas masih beroperasi di lokasi sementara sambil menunggu pembangunan gedung baru.
Di sektor pendidikan, Tito menyebutkan, proses pembelajaran di ketiga provinsi terdampak juga telah kembali berjalan sepenuhnya.
Untuk sektor infrastruktur dasar, pemulihan layanan kelistrikan menunjukkan perkembangan signifikan. Di Aceh, kurang dari 1 persen wilayah masih dalam proses pemulihan.
Sementara itu, layanan listrik telah pulih hingga 99 persen di Sumut dan telah menyala 100 persen di Sumbar.
Seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ketiga provinsi tersebut juga telah beroperasi kembali dan layanan internet juga dinyatakan berjalan normal.
Demikian pula pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas liquefied petroleum gas (LPG) yang telah relatif stabil.
Kasatgas menekankan pentingnya menjaga konsistensi pasokan logistik tersebut guna mendukung aktivitas masyarakat serta mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
Tito memastikan, roda pemerintahan di seluruh wilayah terdampak bencana telah kembali berjalan, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang.
Meski demikian, Ia mengakui masih terdapat sejumlah infrastruktur yang memerlukan perhatian lanjutan, antara lain jalan provinsi, kabupaten, dan desa yang belum sepenuhnya pulih, jembatan yang masih bersifat sementara, serta kebutuhan normalisasi sungai di beberapa daerah terdampak.
Untuk memastikan percepatan pemulihan berjalan optimal, Kemendagri membentuk posko pemantauan di tingkat pusat dan daerah.
“Ada posko di sini yang monitor, pos komandonya di Kemendagri, dan ada satu posko lagi di Aceh. Meskipun di Medan, Sumut dan Sumbar juga mereka membentuk posko tingkat provinsi,” tandasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News