
JAKARTA, 10 MARET 2026 – VNNMedia – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bersama PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk memperkuat penyerapan produksi emas domestik.
Perjanjian tersebut diteken melalui anak usaha masing-masing perusahaan, yakni PT Bumi Suksesindo (BSI) milik MDKA dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) milik EMAS. Dalam skema kerja sama ini, BSI dan PETS bertindak sebagai penjual, sementara Antam menjadi pembeli emas granula hasil pemurnian dalam negeri.
Kontrak tersebut berlaku selama dua tahun dengan nilai transaksi mencapai 3 metrik ton emas per tahun atau hampir 100.000 ounce. Perjanjian ini juga membuka opsi tambahan hingga 3 metrik ton emas per tahun jika diperlukan.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Grup Merdeka di dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok industri emas nasional.
Menurutnya, dengan kapasitas produksi yang terus meningkat dari Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi serta Tambang Emas Pani di Gorontalo, perusahaan membutuhkan skema penjualan yang stabil dan terukur.
“GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” ujar Albert.
Sementara itu, Direktur Komersial Antam Handi Sutanto menilai kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan kedaulatan emas nasional, di mana hasil tambang Indonesia dapat diproses menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.
Produksi emas yang masuk dalam kontrak tersebut berasal dari dua operasi utama Grup Merdeka. Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi telah beroperasi sejak 2017, sedangkan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo merupakan proyek tambang terbaru yang mulai melakukan penambangan pada Oktober 2025.
Tambang Pani juga telah mencatat penuangan emas perdana (first gold pour) pada 14 Februari 2026 melalui proses heap leach. Selanjutnya, batangan dore seberat 44,04 kilogram telah dikirim ke Antam untuk proses pemurnian pada akhir Februari 2026.
Grup Merdeka menargetkan penjualan emas murni perdana kepada Antam berdasarkan GSPA dapat terealisasi sebelum akhir Maret 2026.
Perusahaan juga menegaskan bahwa operasional tambang dijalankan dengan standar tata kelola dan keberlanjutan yang tinggi.
Peningkatan peringkat Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam beberapa tahun terakhir disebut menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Dengan basis produksi yang semakin kuat serta dukungan kemitraan strategis dengan Antam, Grup Merdeka optimistis dapat terus meningkatkan kontribusinya bagi industri emas nasional.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News