
London, Rabu 20 Agustus 2025-VNNMedia- Penyerang Tottenham Hotspur, Mathys Tel, menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan pelecehan rasial daring yang ditujukan kepadanya menjatuhkannya, menyusul kekalahan timnya dari Paris St-Germain di Piala Super UEFA
Pemain Prancis berusia 20 tahun itu menjadi sasaran pelecehan setelah ia gagal mengeksekusi tendangan penalti dalam adu penalti yang dimenangkan PSG pekan lalu di Italia. Tottenham Hotspur merespons dengan menyatakan mereka “muak” dengan pelecehan yang dialami Tel
baca juga: Tottenham “Muak” dengan Pelecehan Rasial terhadap Mathys Tel
Dalam unggahan di media sosial, Tel menulis, “Saya juga kecewa dengan kejadian Rabu malam, tapi rasisme tidak punya tempat di masyarakat kita.” Ia menambahkan, “Saya tahu dari mana saya berasal, di mana saya memulai, dan semua ini tidak akan menjatuhkan saya. Dengan kerja keras dan kerendahan hati, rasa hormat berkuasa.”
Insiden ini bukan satu-satunya kasus rasisme yang terjadi di dunia sepak bola. Penyerang Bournemouth, Antoine Semenyo, juga menjadi target pelecehan rasial saat timnya kalah 4-2 dari Liverpool di Anfield. Seorang pria berusia 47 tahun dari Liverpool, yang ditangkap atas dugaan pelecehan terhadap Semenyo, telah dibebaskan dengan jaminan bersyarat dan dilarang menghadiri pertandingan sepak bola.
Kedua insiden ini menyoroti masalah rasisme yang masih terjadi dalam olahraga, meskipun banyak kampanye telah dilakukan untuk menghentikannya
sumber: BBC
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News