Mantan Karyawan Gugat Netflix atas Rasisme dan Pelecehan

Los Gatos, Selasa 22 Juli 2025-VNNMedia- Perusahaan streaming raksasa Netflix digugat oleh mantan karyawannya atas tuduhan rasisme dan pelecehan seksual

Nhu-Y Phan, seorang mantan eksekutif hubungan ketenagakerjaan (labor relations) di Netflix, telah mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan tersebut. Gugatan ini diajukan pada Senin (21/7), di Pengadilan Tinggi Los Angeles. Dalam gugatannya Phan mengklaim bahwa ia dipecat secara tidak sah setelah melaporkan dua atasannya-Ted Sinclair dan Jonah Cozien- atas tuduhan diskriminasi rasial dan pelecehan seksual

Phan, yang berkebangsaan Asia-Amerika, menuduh bahwa supervisornya, Ted Sinclair, mendiskriminasi dirinya dan dua rekan kerja perempuan lainnya yang berdarah Latin. Diskriminasi itu berupa penolakan untuk menugaskan mereka ke serial-serial Netflix yang dia awasi, serta tidak mengizinkan Phan menghadiri pertemuan dengan mitra lintas fungsi yang penting untuk perkembangan kariernya

Dia mengklaim bahwa kesempatan ini justru diberikan kepada laki-laki kulit putih dengan situasi serupa. Kemudian Phan melaporkan Sinclair telah melakukan “mikroagresi dan mikromanajemen” terhadapnya

Meskipun Phan berulang kali mengajukan keluhan lisan dan tertulis tentang perilaku tidak sah Sinclair dari Maret hingga Juni 2022, Netflix diduga tidak mengambil tindakan. Bahkan, pada 1 Mei 2023, Sinclair dipromosikan menjadi Senior Executive Counsel

Pada Agustus 2022, Phan atas permintaannya sendiri, dipindahkan ke supervisor lainnya yaitu Jonah Cozien. Seorang rekan kerja wanita kemudian mengungkapkan kepada Phan bahwa Cozien melakukan perilaku tidak pantas, termasuk mengundang rekan tersebut untuk makan siang, makan malam, dan minum di luar kantor (termasuk Nobu), serta mengirim pesan langsung melalui platform obrolan kantor yang bersifat ajakan

Phan mendorong rekan kerjanya untuk melaporkan perilaku tidak pantas Cozien kepada HRD perusahaan. Akibat dari laporan-laporan tersebut, baik Cozien maupun Sinclair dituduh melakukan tindak balas (retaliasi) dengan memberi laporan-laporan kritis tentang kinerja dan terus menolak tugas-tugas pilihan Phan

Dalam gugatannya, Phan mengatakan bahwa Netflix telah melakukan pemecatan terhadap dirinya 10 bulan lalu dengan alasan “masalah kinerja” yang tidak spesifik, setelah ia mengajukan “kekhawatiran hukum yang sah” tentang diskriminasi dan pelecehan

Gugatan ini juga mencakup tuduhan pemecatan yang salah (wrongful termination), kelalaian (negligence), dan penderitaan emosional (infliction of emotional distress)

“Nyonya Phan telah hancur secara ekonomi dan emosional akibat pemecatan yang tidak adil. Dulunya seorang profesional bergaji tinggi dengan reputasi gemilang, nyonya Phan menghadapi perjuangan berat untuk mendapatkan pekerjaan yang setara. Tekanan dan rasa malu akibat pemecatannya, hilangnya pendapatan dan rusaknya reputasinya sangatlah mendalam,” bunyi gugatan tersebut

Netflix sendiri membantah tuduhan tersebut. Melalui juru bicaranya, perusahaan itu mengatakan, “Klaim ini tidak berdasar dan kami bermaksud membela masalah ini dengan tegas.”

sumber: Variety

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News