Mafindo Himbau Masyarakat Tak Termakan Hoaks Terkait Demonstrasi

Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Rudy Saladin berdiskusi dengan massa yang berunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (30/8)

Jakarta, Selasa 02 September 2025-VNNMedia- Organisasi anti hoaks, Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), menghimbau kepada rakyat Indonesia untuk tidak termakan berita hoaks terkait aksi unjuk rasa yang terjadi pekan lalu, yang beredar secara masif di dunia maya

Mafindo melalui siaran persnya mengatakan bahwa hoaks yang dimaksud mencakup klaim penjarahan di gedung DPR dan Mall Atrium Senen, termasuk yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) atau deep fake

Menurut kelompok tersebut hoaks mengenai kerusuhan, penjarahan dan tindakan represif polisi kepada pendemo yang beredar di media sosial maupun platform perpesanan digital seperti WhatsApp berpotensi memperkeruh suasana dan membuat ekskalasi kekerasan semakin meningkat

“Akibatnya muncul ketidakpastian, kemarahan, hasutan kebencian dan aksi kekerasan,” ujar Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho

“Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh konten tidak jelas, hoaks, maupun hasutan kebencian,” tambahnya seraya meminta masyarakat dapat meng-update informasi dari media massa mainstream dan platform media sosial (medsos) yang dapat dipertanggungjawabkan

Terkait siaran live yang dilakukan demonstran melalui akun medsosnya sebagai bentuk menyuarakan pendapat dan aspirasi, Setiadji berpendapat bahwa aktivisme di ruang digital kadang disertai doxing atau pembukaan data diri tanpa izin, pelanggaran privasi, persekusi online, serta serangan siber

Ia mengatakan bahwa Mafindo mendukung pelaksanaan demonstrasi sebagai bentuk kebebasan berpendapat dan berekspresi yang dijamin oleh negara demokrasi. Namun, Mafindo menolak secara tegas segala bentuk kekerasan baik yang dilakukan aparat maupun demonstran

sumber: Antara

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News