Lindungi Pengguna Anak, OpenAI Terapkan Kebijakan Baru untuk ChatGPT

San Francisco, Rabu 17 September 2025-VNNMedia- OpenAI baru saja meluncurkan sejumlah kebijakan baru untuk kecerdasan buatan (AI) miliknya, ChatGPT

Kebijakan yang dimaksudkan untuk melindungi pengguna ChatGPT berusia di bawah 18 tahun itu, diumumkan oleh CEO OpenAI Sam Altman, seperti dilaporkan media teknologi TechCrunch pada hari Rabu

“Kami memprioritaskan keselamatan di atas privasi dan kebebasan bagi remaja. Ini adalah teknologi baru dan kuat, dan kami percaya anak di bawah umur membutuhkan perlindungan yang signifikan,” ujar Altman

Adapun rangkaian kebijakan baru itu mencakup tidak diperbolehkannya ChatGPT melakukan obrolan genit dengan pengguna di bawah umur, serta pembatasan terkait diskusi mengenai bunuh diri. Aplikasi akan langsung menghubungi orang tua dan bahkan polisi, jika pengguna anak memanfaatkan ChatGPT untuk membuat skenario bunuh diri

Selain pembatasan konten, orang tua kini dapat mengatur batasan waktu atau black hours, yang memungkinkan ChatGPT tidak dapat diakses oleh putra-putri mereka

OpenAI sendiri tengah membangun sistem jangka pajang untuk memvalidasi pengguna dewasa dan anak, meski dalam banyak kasus yang ambigu, sistem akan secara default menerapkan aturan yang lebih ketat

Altman dalam keterangannya menekankan bahwa OpenAI terus berupaya melindungi privasi pengguna namun tanpa membatasi pengguna dewasa berinteraksi dengan ChatGPT. “Kami menyadari bahwa prinsip-prinsip ini saling bertentangan, dan tidak semua orang akan setuju dengan cara kami menyelesaikan konflik ini,” pungkasnya

Sebelumnya, pada akhir Agustus lalu, dilaporkan oleh Guardian, bahwa OpenAI mengumumkan tengah mengubah respon model AI tersebut terhadap pengguna yang mengalami gangguan mental dan rentan bunuh diri

baca juga: OpenAI Ubah Respon ChatGPT terhadap Pengguna yang Punya Masalah Mental

Langkah itu menyusul adanya gugatan kepada perusahaan teknologi tersebut, setelah seorang remaja Amerika Serikat berusia 16 tahun bernama Adam Raine, melakukan bunuh diri pada bulan April dimana menurut pihak keluarga, bocah tersebut dalam beberapa bulan terakhir melakukan obrolan dengan ChatGPT

sumber: TechCrunch

Baca Berita Menarik Lainnya DGoogle News