Lenovo Perkenalkan Teknologi Berbasis AI Khusus untuk Piala Dunia 2026

Morrisville, Rabu 11 Maret 2026-VNNMedia- Sebagai mitra resmi FIFA pada Piala Dunia 2026, Lenovo, menghadirkan berbagai inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diperuntukkan khusus untuk ajang pertandingan sepak bola dunia tersebut, termasuk AI Stabilizer untuk kamera wasit dan Football AI Pro

AI Stabilizer untuk kamera wasit atau RefCam yang merupakan kombinasi perangkat keras dan algoritma cerdas untuk memastikan rekaman tetap stabil meski wasit sedang berlari kencang atau melakukan gerakan tiba-tiba

Chief Technology and Delivery Officer Solutions & Services Group Lenovo, Art Hu, mengatakan jika inovasi ini sebagai jawaban atas tantangan kualitas siaran langsung yang sebelumnya terkendala gerakan kamera saat wasit berlari di lapangan

“Fitur ini menggabungkan teknologi AI terbaru, yang sejalan dengan cara FIFA mengembangkan permainan. Ini bukan hanya teknologi, tetapi sebenarnya membantu memajukan sepak bola,” tegas Art Hu disela acara Lenovo Tech World, di Hong Kong, pada hari Selasa kemarin

Sementara itu, Football AI Pro hadir sebagai asisten kecerdasan buatan bagi 48 tim kontestan Piala Dunia, guna menelaah pertandingan melalui pemanfaatan basis data historis milik FIFA

“Pelatih dapat mempertimbangkan taktik mengalahkan lawan. Pemain mendapat analisis pertandingan personal. Analis bisa membandingkan pola tim menggunakan video dan avatar 3D untuk 48 tim Piala Dunia 2026,” jelas Vice President & General Manager Hybrid Cloud & AI Solutions Lenovo, Linda Yao

Menurut Linda, teknologi ini akan mengarahkan tim agen AI menelusuri arsip data FIFA dan memberikan informasi dan rekomendasi dalam hitungan detik. Ia menyebut Football AI Pro sebagai agen super AI multibahasa

Selain itu, Lenovo juga menyiapkan manajemen perangkat, dukungan logistik event eGaming, infrastruktur siaran bebas gangguan, tablet VIP Digital Seatbelt, VAR dengan avatar 3D serta Equipment Data Hub

“Lenovo adalah mitra teknologi pertama FIFA di tingkat global. Jadi, kami harus membangun kepercayaan menggunakan keunggulan teknologi kecerdasan buatan (AI),” ujar Art Hu

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News