
Sidoarjo, Senin 15 Desember 2025-VNNMedia- Proses pembangunan fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, kini memiliki dasar legalitas hukum yang kuat
Melansir dari laman kementerian ATR/BPN, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Jonahar, mewakili Menteri ATR/Kepala BPN, secara simbolis menyerahkan dua sertipikat tanah wakaf kepada Pengasuh Ponpes Al-Khoziny, KH Abdus Salam Mujib
Penyerahan sertipikat wakaf tersebut dilakukan bertepatan dengan acara groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan gedung baru pesantren pada Kamis (11/12). Sertipikat ini menjadi legalitas vital bagi pembangunan dua gedung baru yang akan menggantikan bangunan lama yang ambruk pada September 2025 lalu
“Sertipikat wakaf ini kami serahkan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan tertib, aman secara hukum, dan memberi kepastian bagi pesantren ke depan. Semoga pembangunan fasilitas baru ini membawa keberkahan dan manfaat yang lebih besar bagi santri dan masyarakat,” ujar Dirjen PPTR, Jonahar, dalam sambutannya
Proyek pembangunan ini mencakup gedung asrama dan pendidikan lima lantai, serta masjid empat lantai, yang akan berdiri di atas lahan seluas 4.157 meter persegi di Jalan Siwalan Panji II, Buduran.
Kolaborasi untuk Keamanan Santri
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) sekaligus Ketua Satgas Nasional Penataan Pembangunan Pesantren, Muhaimin Iskandar, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyoroti pentingnya kolaborasi antar-lembaga pemerintah dalam menjamin keamanan lembaga pendidikan
Menurut Muhaimin Iskandar, penyerahan sertipikat dan dimulainya pembangunan ini adalah wujud nyata kolaborasi pemerintah dalam memberikan perlindungan kuat kepada para santri di seluruh Indonesia
“Ini momentum untuk bersama-sama mengingatkan perlunya kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan untuk terus melakukan perbaikan secara terencana sehingga tidak ada kecelakaan, rasa tidak aman sehingga memberikan perlindungan kuat kepada para santri seluruh Indonesia,” tegasnya
Pembangunan gedung baru Ponpes Al-Khoziny direncanakan rampung pada Juni 2026 mendatang. Pengasuh Pesantren Al-Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan dan perhatian pemerintah dalam upaya rekonstruksi pesantren, yang sangat berarti bagi keberlanjutan pendidikan di Al-Khoziny
Acara penyerahan sertipikat dan groundbreaking ini dihadiri oleh perwakilan dari lintas kementerian, pemerintah daerah, serta ratusan santri dan alumni pesantren
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News