Lampaui Target, BULOG Jatim Serap 196 Ribu Ton Gabah di Awal 2026

SURABAYA, 14 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat kinerja positif di awal 2026. Kali ini Bulog mampu menyerap hasil panen petani lokal yang melampaui target bulanan sekaligus lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini menegaskan komitmen BULOG Jatim dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, menyampaikan bahwa hingga 13 Februari 2026, BULOG Jatim telah menyerap 196.850 ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 100.600 ton beras.

“Realisasi ini tidak hanya melampaui target bulanan perusahaan, tetapi juga lebih tinggi dibandingkan pengadaan gabah pada periode yang sama tahun lalu,” ujar Langgeng, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor, mulai dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di seluruh kabupaten/kota, hingga peran aktif TNI dan Tim Jemput Pangan BULOG yang turun langsung ke tingkat petani.

Selain penguatan cadangan beras, BULOG Jatim juga aktif menjaga stabilitas harga minyak goreng. Hingga pertengahan Februari 2026, sebanyak 2,7 juta liter MinyakKita telah disalurkan ke berbagai kanal distribusi, seperti pasar tradisional, KDKMP, Rumah Pangan Kita (RPK), hingga ritel modern.

Langkah ini dinilai efektif menahan harga MinyakKita tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sebagaimana tercermin dalam data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan.

Di sektor komoditas lain, BULOG Jatim juga mencatat progres positif dalam penyerapan Jagung Pipil Kering yang telah mencapai 14.500 ton, melampaui capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Antisipasi Panen Raya, Dukung Swasembada Pangan 2026
Menghadapi musim panen raya, BULOG Kanwil Jawa Timur telah menyiapkan kapasitas gudang yang memadai di seluruh jaringannya. Langkah antisipatif ini dilakukan untuk memastikan seluruh hasil panen petani dapat terserap optimal tanpa kendala penyimpanan.

Upaya tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam mewujudkan Swasembada Pangan 2026, dengan fokus menjaga harga di tingkat petani sekaligus menjamin ketersediaan stok pangan bagi masyarakat.

“Kami memastikan kesiapan infrastruktur gudang agar mampu menampung hasil panen petani Jawa Timur. Fokus kami jelas, menjaga kesejahteraan petani dan menjamin ketahanan pangan masyarakat,” pungkas Langgeng.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News