KPPU Perkuat Peran Indonesia di BRICS, Fokus Stabilitas Pasar Pangan dan Energi Global

JAKARTA, 11 Februari 2026 – VNNMedia – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong penguatan kerja sama negara-negara BRICS untuk merespons tantangan global di sektor pangan, energi, dan perdagangan komoditas strategis.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Meeting of the BRICS Working Group on Food Markets di Kairo, Mesir, awal Februari lalu.

Pertemuan ini menandai satu dekade riset persaingan usaha BRICS di sektor pangan sekaligus menyepakati rencana joint market study terhadap perdagangan gandum dan komoditas pangan strategis dunia. Studi ini bertujuan memetakan struktur pasar, perilaku pelaku usaha, hingga risiko konsentrasi dan asimetri informasi dalam rantai nilai perdagangan global.

Negara-negara BRICS, termasuk Indonesia, menyoroti meningkatnya konsentrasi pelaku usaha global, integrasi vertikal, finansialisasi komoditas, serta pemanfaatan platform digital yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan ketahanan pasokan.

Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa menegaskan, kerja sama lintas negara berkembang menjadi krusial karena struktur pasar global berdampak langsung pada harga dan kesejahteraan nasional. “Pasar pangan dan komoditas strategis kini bersifat global, sehingga membutuhkan kebijakan persaingan usaha yang kolaboratif dan adaptif,” ujarnya.

Di sela forum, KPPU juga menjalin kesepakatan awal penyusunan MoU dengan Federal Antimonopoly Service (FAS) Rusia untuk memperkuat kerja sama riset, peningkatan kapasitas, dan pertukaran pengalaman penegakan hukum persaingan usaha.

Selain itu, KPPU bersama BRICS Competition Law and Policy Center sepakat menggelar forum internasional di Indonesia pada Oktober 2026 dengan fokus sektor energi dan perdagangan komoditas global.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News