
SURABAYA, 1 Januari 2026 – VNNMedia – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, memaparkan refleksi akhir tahun sekaligus arah strategis pembinaan olahraga Jawa Timur ke depan. Fokus utama diarahkan pada evaluasi cabang olahraga (cabor) prioritas yang diproyeksikan mampu mendulang prestasi pada tahun 2026 hingga ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Muhammad Nabil menjelaskan bahwa KONI Jatim telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabor berdasarkan capaian prestasi masing-masing. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan arah pembinaan yang lebih terukur dan efektif.
Menurutnya, tidak semua cabor akan dibina secara penuh. KONI Jatim akan memfokuskan pembinaan pada nomor-nomor pertandingan tertentu yang dinilai memiliki peluang prestasi paling besar. “Kalau kita tidak bisa memegang seluruh cabor, tentu nomor-nomor tertentu di dalam cabor itu yang akan kita prioritaskan,” ujar Nabil dalam keterangan tertulis, Rabu (31/12/2025).
Untuk agenda jangka pendek, KONI Jatim akan mempersiapkan keikutsertaan dalam event olahraga bela diri yang direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun di Sulawesi Utara. Persiapan kali ini dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang dibandingkan event serupa sebelumnya di Kudus, yang memiliki waktu persiapan relatif terbatas. “Yang delapan cabor ini nanti akan kita persiapkan lebih lama agar peningkatan prestasinya bisa lebih optimal,” jelasnya.
Sementara itu, dalam agenda jangka panjang, KONI Jatim mulai menghitung secara cermat cabor-cabor prioritas yang berpotensi menyumbang medali emas pada PON 2028. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembinaan berjalan sistematis dan berkesinambungan.
Pantau Atlet Lewat Single Event
Nabil menegaskan pentingnya pengukuran prestasi atlet melalui keikutsertaan dalam single event, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, prestasi atlet tidak cukup hanya diukur dari intensitas latihan atau pelaksanaan training camp.“Kalau hanya latihan, prestasinya belum terukur. Harus ada track record dari kejuaraan-kejuaraan yang diikuti,” tegasnya.
Selain itu, KONI Jatim juga akan memantau kualitas latihan secara serius serta melakukan pendekatan khusus terhadap cabor-cabor yang selama bertahun-tahun prestasinya dinilai belum maksimal.
KONI Jatim memberikan perhatian khusus kepada cabor yang memiliki jumlah peserta kejuaraan sangat besar bahkan mencapai ribuan atlet namun hasil perolehan medalinya masih jauh dari target. “Kita akan bantu cabor-cabor yang medalinya masih jauh dari target. Ayo sama-sama membangun rekrutmen yang sportif, objektif, dan tanpa sekat, dengan satu alat ukur yaitu prestasi,” kata Nabil.
Jatim Pusat Prestasi Nasional
Lebih lanjut, Nabil menegaskan visi besar KONI Jatim untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pusat pembinaan, pembibitan, dan prestasi olahraga nasional. Salah satu indikator keberhasilan visi tersebut adalah kontribusi atlet Jawa Timur pada ajang SEA Games, di mana Jatim selama ini dikenal sebagai penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia.“Saya mengapresiasi atlet-atlet yang berprestasi di SEA Games kemarin. Ke depan harus muncul generasi baru, sekaligus penguatan kualitas pelatih,” ujarnya.
Menutup refleksi akhir tahun, Nabil berharap prestasi olahraga Jawa Timur pada tahun-tahun mendatang semakin meningkat dan dapat diukur secara objektif melalui rekam jejak kompetisi atlet. “Mudah-mudahan prestasinya lebih baik dari sebelumnya. Ukurannya jelas, bukan hanya latihan, tapi prestasi di event yang diikuti,” pungkasnya.
Telusuri berita lain di Google News VNNMedia