Konflik Enam Hari Afghanistan-Pakistan: UNAMA Laporkan 42 Sipil Tewas dan Belasan Ribu Warga Mengungsi

Kabul, Selasa 03 Maret 2026-VNNMedia- Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) melaporkan sedikitnya 42 warga sipil tewas dan 104 lainnya luka-luka akibat pertempuran sengit antara Afghanistan dan Pakistan yang berlangsung sejak 26 Februari hingga 2 Maret 2026

Data sementara yang dirilis pada Selasa (3/3/2026) ini muncul saat konflik militer kedua negara tetangga tersebut memasuki hari keenam tanpa tanda-tanda mereda

Ketegangan tetap tinggi di wilayah perbatasan, di mana pihak Afghanistan mengklaim telah merebut pos militer Pakistan lainnya di wilayah Kandahar. UNAMA menyatakan bahwa korban sipil jatuh akibat tembakan tidak langsung dalam bentrokan lintas batas serta serangan udara yang diluncurkan selama sepekan terakhir

Konflik ini dipicu oleh serangan balasan Taliban terhadap instalasi Pakistan, menyusul tuduhan penargetan militan di wilayah Afghanistan oleh pihak Islamabad.

Pemerintah Pakistan sendiri telah meluncurkan rudal udara-ke-darat ke situs-situs militer Taliban dan menghancurkan pangkalan di provinsi Nangarhar. Islamabad menegaskan langkah ini diambil karena menuduh pihak Taliban melindungi militan yang melakukan serangan terhadap wilayah Pakistan

Dalam pidatonya di hadapan Parlemen pada 2 Maret, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menegaskan bahwa negaranya tidak akan membiarkan entitas mana pun menggunakan wilayah tetangga untuk mengganggu perdamaian di tanah Pakistan

Dampak kemanusiaan dari perang ini dilaporkan sangat mengkhawatirkan. UNAMA mencatat sekitar 16.400 keluarga telah mengungsi, memperburuk kondisi masyarakat Afghanistan yang baru saja mencoba bangkit dari gempa bumi besar pada Agustus dan September tahun lalu

Selain itu, pembatasan pergerakan di wilayah perbatasan akibat konflik bersenjata telah menghambat lembaga kemanusiaan dalam menyalurkan bantuan penyelamatan jiwa ke daerah-daerah yang paling terdampak

Hingga saat ini, kedua belah pihak saling klaim telah menewaskan puluhan tentara lawan dan menghancurkan fasilitas militer masing-masing. Pihak PBB menyerukan penghentian segera pertikaian demi mencegah krisis kemanusiaan yang lebih dalam di kawasan Asia Selatan tersebut

sumber: Reuters via The Straits Times

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News