
JAKARTA, 25 MARET 2026 – VNNMedia – Transformasi logistik nasional menuju sistem yang lebih ramah lingkungan kian dipercepat melalui kolaborasi sejumlah pelaku industri.
KALISTA bersama Nusatama dan Toyota Tsusho Indonesia memperkuat langkah menuju logistik rendah karbon dengan mengintegrasikan kendaraan listrik (EV) dalam operasional distribusi.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya besar mendorong transisi logistik nasional yang lebih berkelanjutan, khususnya dalam menekan emisi karbon dari sektor transportasi barang yang selama ini masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar fosil.
Dorong Ekosistem Logistik Rendah Karbon
Kolaborasi ini tidak sekadar menghadirkan kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem logistik berbasis EV secara menyeluruh. Mulai dari penyediaan unit kendaraan berat listrik, infrastruktur pengisian daya, hingga sistem pemantauan operasional berbasis teknologi.
Direktur Toyota Tsusho Indonesia, Aldriani Meliala, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi jejak karbon, khususnya pada rantai pasok (Scope 3).
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya kami mendorong inovasi di sektor logistik sekaligus memperkuat komitmen terhadap pengurangan emisi melalui penggunaan kendaraan ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, perusahaan juga mengadopsi skema energi bersih seperti International Renewable Energy Certificate (I-REC) untuk mendukung penggunaan energi terbarukan dalam operasionalnya.
Fondasi Baru Logistik Nasional Berbasis EV
Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi logistik masa depan di Indonesia.
Menurutnya, integrasi kendaraan listrik dalam distribusi logistik menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi karbon secara signifikan.
“Ini bukan hanya soal teknologi kendaraan, tetapi bagaimana membangun model operasional logistik berbasis listrik yang bisa diadopsi secara luas oleh pelaku industri,” jelasnya.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, Nusatama turut menghadirkan dukungan kendaraan berat listrik serta infrastruktur pengisian daya berkapasitas tinggi.
Presiden Direktur Nusatama, Bambang Susilo, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor logistik. “Pengembangan ekosistem EV yang komprehensif menjadi kunci agar transisi ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) juga diintegrasikan untuk memantau kinerja operasional secara real-time. Teknologi ini memungkinkan perusahaan mengoptimalkan efisiensi distribusi sekaligus menekan biaya operasional.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi sektor swasta dalam mendukung target nasional Net Zero Emission 2060. Dengan menghadirkan solusi logistik hijau, para pelaku industri diharapkan mampu mempercepat transformasi menuju sistem distribusi yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.
Langkah sinergis antara KALISTA, Nusatama, dan Toyota Tsusho Indonesia ini juga membuka peluang replikasi model logistik berbasis kendaraan listrik di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing industri logistik nasional di era ekonomi hijau.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News