Khofifah Terima Gubernur Maluku Utara di Grahadi, Bahas SPBE hingga Penguatan ASN

SURABAYA, 28 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos beserta jajaran di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/2/2026). Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama antarprovinsi, mulai dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), manajemen ASN, hingga perdagangan dan BUMD.

Khofifah menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang terbangun sejak retret kepala daerah dan misi dagang Jawa Timur ke Maluku Utara. Fokus utamanya memastikan kerja sama berjalan terintegrasi dan berdampak berkelanjutan.

“Kolaborasi antardaerah harus dibangun dalam kerangka pembangunan yang menyatu. Di Jawa Timur, proyek perubahan menjadi instrumen agar kebijakan tidak parsial, tetapi memberi dampak sistemik,” ujar Khofifah.

Ia menekankan, inovasi manajemen ASN melalui perjanjian kinerja dan proyek perubahan hasil pelatihan kepemimpinan menjadi penggerak transformasi birokrasi. Pendekatan ini mendorong setiap perangkat daerah menghadirkan inovasi yang terukur dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Di sektor ekonomi, Khofifah menyoroti peluang optimalisasi perdagangan antardaerah. Menurutnya, arus logistik Jawa Timur–Maluku Utara masih bisa diperkuat, termasuk pemanfaatan Tol Laut untuk membuka pasar komoditas unggulan Maluku Utara.

“Integrasi konektivitas dan perdagangan akan menciptakan ekosistem yang saling menguatkan,” katanya.

Sementara itu, Sherly Tjoanda Laos mengapresiasi capaian pembangunan Jawa Timur, khususnya dalam penguatan SDM ASN dan implementasi SPBE. Ia menyatakan Maluku Utara siap belajar dan mengadopsi praktik baik yang telah diterapkan Pemprov Jatim.

“Jawa Timur berhasil membangun sistem terintegrasi dengan SDM sebagai fondasi utama. Ini yang ingin kami pelajari dan terapkan,” ujar Sherly.

Ia berharap kerja sama kedua provinsi berlanjut pada pendampingan teknis dan pertukaran praktik baik, sehingga pembangunan di Maluku Utara dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Jawa Timur dan Maluku Utara untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, tidak hanya demi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga transformasi tata kelola dan peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News