
BANYUWANGI, 2 MARET 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto meresmikan gedung sarana dan prasarana SMAN 2 Taruna Bhayangkara di Banyuwangi, Sabtu (28/2/2026).
Peresmian ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan karakter, integritas, dan kepemimpinan generasi muda.
Peresmian tersebut meliputi sejumlah fasilitas penunjang pembinaan akademik dan karakter, antara lain Aula Cakrabuana, Pura Widya Brahmacarya, Gereja Smadatara, Bratasena Gym, ruang barbershop, hingga fasilitas olahraga tenis meja.
Seluruh sarana ini dirancang untuk mendukung pengembangan disiplin, kepemimpinan, spiritualitas, serta wawasan kebangsaan siswa taruna.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi 20 SMA, 12 SMK, serta 9 SLB negeri dan swasta di wilayah Banyuwangi dan Situbondo. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerataan mutu pendidikan sekaligus peningkatan keselamatan dan kenyamanan lingkungan belajar.
Khofifah menegaskan, SMAN 2 Taruna Bhayangkara memiliki posisi strategis dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan yang unggul secara akademik sekaligus berintegritas. Ia berpesan agar para siswa taruna siap menjadi “juru bicara keindonesiaan” di mana pun mereka bertugas kelak.
“Siswa taruna harus bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan mampu membawa nilai-nilai keindonesiaan ke tingkat global,” ujar Khofifah.
Menurutnya, penguatan karakter kebangsaan sejak dini menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Saat estafet kepemimpinan nasional bergulir, para siswa taruna inilah yang diharapkan mengisi posisi-posisi strategis bangsa.
Gubernur Khofifah juga menekankan peran sekolah dan pendidik dalam menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter. Sekolah, kata dia, bukan sekadar tempat mengejar nilai, melainkan pusat penanaman integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa pembangunan sarana prasarana SMAN 2 Taruna Bhayangkara serta revitalisasi sekolah di Banyuwangi dan Situbondo merupakan strategi peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan.
SMAN 2 Taruna Bhayangkara sendiri merupakan sekolah berasrama yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pembinaan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan nilai kebhayangkaraan melalui kerja sama dengan kepolisian.
Untuk wilayah Banyuwangi, revitalisasi dilakukan pada 28 lembaga pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp30 miliar, sedangkan di Situbondo mencakup 9 lembaga dengan nilai anggaran Rp6 miliar. Selain itu, Disdik Jatim juga mendorong Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang telah diterapkan di 104 sekolah di Banyuwangi.
Khofifah berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat secara optimal sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Jawa Timur.
“Gedung bisa diperbarui, tetapi karakter dan semangat belajar harus tumbuh dari dalam diri. Inilah bekal utama bagi generasi penerus Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News
Selain itu, dalam kesempatan ini Gubernur Khofifah juga meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi 20 SMA, 12 SMK, dan 9 SLB Negeri maupun Swasta di wilayah Banyuwangi dan Situbondo.
Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa SMAN 2 Taruna Bhayangkara memiliki peran strategis dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan jiwa pengabdian.
Untuk itu, Gubernur Khofifah berpesan agar siswa taruna mampu menjadi Juru Bicara Keindonesiaan dan Kenusantaraan di manapun mereka bertuas nantinya.
“Siswa taruna harus siap menjadi Juru Bicara Ke-Indonesiaan. Bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan mampu membawa nilai-nilai ke – Indonesiaan ke kancah internasional,” katanya.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia harus tertanam kuat sejak dini terutama bagi siswa taruna SMAN 2 Taruna Bhayangkara.
Dengan menyiapkan siswa taruna hari ini, pada 2045 mendatang pada Generasi Emas Indonesia merekalah yang akan menjadi pemimpin emas Indonesia. Sebab, kepemimpinan memiliki siklus dan ekosistem yang terus bergerak.
“Di saat seluruh dunia terjadi sirkulasi elite. Maka, siswa taruna inilah yang kelak akan mengisi pos-pos strategis bangsa. Hari ini mereka adalah pelajar, namun saat Indonesia menyongsong Generasi Emas 2045, merekalah pemimpin emas yang akan memimpin etalase kepemimpinan negeri ini,” tegasnya.
Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya peran sekolah sebagai institusi utama pembentukan karakter. Ia meminta para guru dan tenaga kependidikan menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan pendidikan karakter.
“Sekolah bukan hanya tempat mengejar capaian akademik, tetapi juga pusat pendidikan karakter. Karena itu saya menitipkan kepada para guru dan tenaga kependidikan agar mendidik siswa taruna taruni dengan keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter,” ujarnya.
Gubernur Khofifah mengajak siswa taruna taruni untuk mencintai negeri ini secara utuh dan siap menjadi juru bicara di tingkat internasional.
Menurutnya, jika terdapat kekurangan, maka tugas generasi peneruslah untuk bersama sama membenahi dan memperbaikinya.
“Indonesia adalah surga tempat kita tumpah darah kita, meminum airnya, dan menanam kehidupan yang memberi kesejahteraan bagi semua. Cintai negeri ini dengan karya, prestasi, dan pengabdian,” jelasnya.
Menurutnya, SMAN 2 Taruna Bhayangkara dalam proses belajarnya memiliki lingkungan pendidikan ketarunaan menjadi ruang pembentukan kepemimpinan yang lahir dari keteladanan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
Khofifah menegaskan bahwa pembangunan sarana prasarana pendidikan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi unggul dan berkarakter.
“Momentum ini bukan sekadar seremoni peresmian, tetapi penegasan komitmen bersama bahwa pendidikan adalah prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya.
Gubernur Khofifah berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal serta dijaga bersama sebagai bagian dari investasi masa depan Jawa Timur.
“Fasilitas dapat terus diperbarui, tetapi karakter dan semangat belajar harus tumbuh dari dalam diri. Mari kita rawat bersama sebagai amanah untuk generasi penerus,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa pembangunan sarana prasarana SMAN 2 Taruna Bhayangkara serta rehabilitasi sekolah dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerataan mutu pendidikan sekaligus peningkatan keselamatan bangunan sekolah.
Menurutnya, SMAN 2 Taruna Bhayangkara merupakan sekolah boarding yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pembinaan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan nilai kebhayangkaraan melalui kerja sama dengan institusi kepolisian.
“Penguatan fasilitas pendidikan ini bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan satuan pendidikan sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Jawa Timur,” jelasnya.
Ia menambahkan, hari ini juga dilaksanakan penandatanganan prasasti revitalisasi sekolah di Banyuwangi dan Situbondo juga diarahkan untuk memenuhi standar sarana prasarana sesuai regulasi pendidikan nasional, sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Aries mengungkapkan bahwa peresmian rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK dan SLB Negeri di Banyuwangi terdapat total 28 Lembaga, terbagi dalam SMA 11 Lembaga, SMK 9 Lembaga dan SLB 8 Lembaga dengan total anggaran Rp. 30 Milliar.
Sedangkan peresmian rehabilitasi dan revitalisasi SMA, SMK dan SLB Negeri di Situbondo terdapat 9 Lembaga yang terdiri dari SMA 5 Lembaga, SMK 3 Lembaga dam SLB 1 Lembaga dengan total anggaran Rp. 6 Milliar.
Diakhir laporannya, Aries juga menjelaskan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di Kab. Banyuwangi sejumlah 104 Sekolah yang terbagi dalam SMAN 17 Sekolah, SMAS 19 Sekolah, SMKN 9 Sekolah, SMKS 34 Sekolah, SLBN 2 Sekolah dan SLBS 23 Sekolah.
Kepala Biro Adm. Pimpinan
Pulung Chausar