
JOMBANG, 14 MARET 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong edOTEL milik SMKN 1 Jombang segera bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Fasilitas praktik perhotelan tersebut dinilai memiliki standar tinggi dan menjadi salah satu edotel terbaik di Jawa Timur.
Hal itu disampaikan Khofifah saat meresmikan redesain edOTEL SMKN 1 Jombang sekaligus revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana puluhan sekolah di wilayah Jombang, Nganjuk, dan Blitar, Rabu (11/3/2026).
Menurut Khofifah, fasilitas edOTEL tersebut menunjukkan keseriusan sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa, khususnya di bidang perhotelan dan pariwisata berbasis praktik langsung. Karena itu, sekolah dinilai layak didorong menuju status BLUD agar pengelolaannya lebih fleksibel dan profesional.
“SMKN 1 Jombang ini sudah waktunya menuju BLUD. Prosesnya memang membutuhkan tahapan dan dukungan anggaran, sehingga perlu identifikasi sekolah-sekolah yang memiliki keseriusan tinggi untuk diperkuat,” kata Khofifah.
edOTEL SMKN 1 Jombang sendiri dilengkapi berbagai fasilitas penunjang praktik perhotelan, seperti restoran, 17 kamar penginapan dengan tiga tipe, ruang pertemuan berkapasitas 20 hingga 200 orang, mushala, galeri, area lobi, serta fasilitas penunjang lainnya.
Khofifah juga mengapresiasi penamaan sejumlah ruang pertemuan yang menggunakan nama tokoh nasional asal Jombang, seperti Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Wahab Chasbullah, dan KH Wahid Hasyim. Menurutnya, penamaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk meneladani semangat kepemimpinan dan perjuangan para tokoh bangsa.
Selain meresmikan redesain edOTEL, Khofifah juga meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana 51 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di tiga wilayah tersebut. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp46,8 miliar.
Rinciannya, Kabupaten Jombang memperoleh alokasi Rp13,9 miliar untuk 16 lembaga pendidikan, Kabupaten Nganjuk Rp13,3 miliar untuk 14 lembaga, dan Kabupaten Blitar Rp19,5 miliar untuk 21 lembaga pendidikan.
Menurut Khofifah, program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pendidikan menengah dan vokasi agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan zaman.
Ia menegaskan, pembangunan sarana pendidikan tidak sekadar proyek fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada 30 siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di Jombang, Nganjuk, dan Blitar. Masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp1 juta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan revitalisasi sarana prasarana sekolah dilakukan untuk meningkatkan pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas.
Menurutnya, pembangunan fasilitas baru juga diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan saat ini.
“Dengan fasilitas yang semakin baik, diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih optimal sehingga guru dan siswa dapat merasakan pelayanan pendidikan yang lebih berkualitas,” kata Aries.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News