
SURABAYA, 4 MARET 2026 – VNNMedia — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa sinergi yang kuat dan saling menguatkan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya menjadi fondasi penting dalam menjaga efektivitas pembangunan serta menyukseskan program strategis nasional di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menjadi pembicara kehormatan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam V/Brawijaya Tahun 2026 yang digelar di Surabaya, Selasa (3/3/2026). Ia menyebut kolaborasi Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya telah terjalin hingga tingkat kabupaten dan kota, sehingga pelaksanaan kebijakan tidak berhenti di level perencanaan, tetapi berjalan efektif di lapangan.
Menurut Khofifah, sinergi tersebut tampak nyata dalam berbagai sektor strategis, salah satunya ketahanan pangan. Dukungan data teknis dari jajaran Kodam, mulai dari jaringan irigasi hingga potensi lahan, menjadi basis penting dalam pengambilan kebijakan dan koordinasi lintas kementerian serta pemerintah daerah.
Kolaborasi ini turut mengantarkan Jawa Timur sebagai produsen padi terbesar nasional dengan produksi padi mencapai 10,57 juta ton pada 2025.
Selain ketahanan pangan, kerja sama Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya juga berdampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sepanjang 2019–2025, sinergi kedua pihak berhasil merealisasikan pembangunan lebih dari 35 ribu Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta ribuan jamban keluarga. Pada 2026, program tersebut kembali dilanjutkan dengan target pembangunan ribuan unit rumah dan fasilitas sanitasi.
Dukungan Kodam V/Brawijaya juga menguatkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur. Hingga awal Maret 2026, program ini telah menjangkau jutaan penerima manfaat dengan ribuan satuan pelayanan gizi yang tersebar di berbagai daerah.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Pangdam V/Brawijaya dan seluruh jajaran atas peran aktif dalam menjaga stabilitas keamanan daerah sekaligus mendukung keberhasilan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan, pengawalan ketahanan pangan, termasuk perlindungan lahan sawah dan peningkatan luas tanam, membutuhkan kerja bersama seluruh unsur Forkopimda.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin menyatakan Rapim Kodam menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal sekaligus penyelarasan kebijakan pusat agar implementasinya berjalan optimal di lapangan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemprov Jawa Timur terhadap penguatan sarana dan prasarana Kodam V/Brawijaya.
Ke depan, sinergi “nyekrup” antara Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya akan terus diperkuat sebagai model kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mengawal program strategis nasional dan mendorong percepatan pembangunan Jawa Timur menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News