Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 hingga 24 Maret

JAKARTA, 8 MARET 2026 – VNNMedia – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperpanjang masa pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 hingga 24 Maret 2026. Perpanjangan ini dilakukan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan kerja melalui pelatihan gratis.

Sebelumnya, pendaftaran program tersebut dijadwalkan berakhir pada 6 Maret 2026. Masyarakat yang berminat dapat mendaftar secara daring melalui platform skillhub.kemnaker.go.id.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan kebijakan ini diambil agar lebih banyak masyarakat, khususnya lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, dapat memanfaatkan program peningkatan kompetensi tersebut.

“Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, dapat memanfaatkan program ini. Pelatihan ini sepenuhnya gratis dan peserta juga memperoleh berbagai fasilitas pendukung,” ujar Darmawansyah dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 menyediakan kuota hingga 20.000 peserta. Pelatihan akan dilaksanakan di 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker, serta sejumlah Balai Latihan Kerja milik pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun SIAPkerja, dengan prioritas bagi lulusan SMA/SMK/MA tahun 2023 hingga 2025.

Seiring dengan perpanjangan masa pendaftaran, jadwal seleksi peserta juga mengalami penyesuaian. Tahap pendaftaran berlangsung hingga 24 Maret 2026, dengan batas akhir pengisian asesmen Siap Latih pada 24 Maret pukul 23.59 WIB.

Selanjutnya, proses seleksi dan wawancara calon peserta akan berlangsung pada 25–28 Maret 2026, diikuti pengumuman peserta yang lolos seleksi pada 29 Maret 2026. Program kemudian akan dimulai dengan kick off dan orientasi pelatihan pada 1 April 2026.

Untuk mengikuti program ini, calon peserta harus membuat akun SIAPkerja terlebih dahulu. Setelah itu, peserta diwajibkan mengisi beberapa tahapan asesmen seperti Asesmen Kecocokan Kerja dan Self Potential Inventory (SPI) sebelum memilih program pelatihan yang diminati.

Bagi peserta yang lolos seleksi, Kemnaker menyediakan berbagai fasilitas pendukung selama mengikuti pelatihan. Fasilitas tersebut antara lain pelatihan dan makan siang gratis, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), sertifikat pelatihan dari balai vokasi, serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain itu, peserta juga berkesempatan mendapatkan fasilitas asrama sesuai dengan kriteria dan ketersediaan.

Pada Batch 1 tahun ini, Kemnaker membuka berbagai bidang pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, hingga konstruksi.

Beberapa program pelatihan yang tersedia antara lain Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, serta pengolahan pangan industri.

Darmawansyah menegaskan bahwa program pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja secara nyata, sehingga peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap digunakan di industri.

“Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri secara langsung. Lulusannya tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap digunakan di dunia kerja,” katanya.

Ia berharap perpanjangan masa pendaftaran ini dapat memperluas jangkauan informasi program sehingga kuota 20.000 peserta dapat terpenuhi secara optimal.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News