Ke Hongkong, OPOP Jawa Timur Jajaki Pasar Global

HONGKONG, 24 JANUARI 2026 – VNNMedia – Program OPOP (One Pesantren One Product) Jawa Timur terus memperluas langkah menuju pasar internasional. Dalam rangkaian OPOP Business Trip 2, rombongan OPOP Jawa Timur melakukan kunjungan resmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong, Kamis (22/1/2026).

Kunjungan ini guna memperkuat jejaring kerja sama dan membuka peluang pemasaran global bagi produk pesantren binaan.

Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk mengenalkan potensi produk pesantren Jawa Timur ke pasar internasional, mengingat Hongkong dikenal sebagai pasar impor yang sangat terbuka sekaligus pintu masuk ke jaringan perdagangan global.

Penanggung jawab urusan perdagangan Indonesia di Hongkong, Audin Jauhari menyampaikan apresiasi atas inisiatif OPOP Jawa Timur yang mendorong pelaku usaha berbasis pesantren untuk berani menembus pasar ekspor.

“Apa yang dilakukan OPOP Jawa Timur kami apresiasi. Hongkong merupakan pasar yang sangat terbuka karena sebagian besar produk yang beredar adalah barang impor. Selain itu, Hongkong juga bisa menjadi pintu masuk ke pasar yang lebih besar, termasuk Tiongkok daratan dan negara-negara lain,” ujar Audin Jauhari.

Ia menilai produk pesantren memiliki peluang untuk dikembangkan di pasar internasional, asalkan didukung kesiapan promosi dan pemasaran yang memadai, seperti katalog produk yang informatif dan sesuai standar global.

Audin juga menyinggung kesinambungan hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Hongkong yang telah terbangun sebelumnya. Menurutnya, kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Hongkong pada tahun lalu turut memperkuat upaya membuka akses pasar serta meningkatkan posisi produk Indonesia di wilayah tersebut.

Selain itu, keberadaan lebih dari 170 ribu pekerja migran Indonesia di Hongkong dinilai menjadi potensi pasar awal bagi produk pesantren.
“Pekerja migran Indonesia sudah mengenal dan mencari produk Indonesia. Ini bisa menjadi pintu awal untuk memperluas jangkauan pemasaran,” jelas Audin.

Dalam forum tersebut, KJRI Hongkong juga menawarkan berbagai bentuk fasilitasi kepada OPOP Jawa Timur, termasuk dukungan promosi dan jejaring dagang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kesiapan katalog produk berbahasa Inggris, agar mudah dipromosikan kepada calon mitra internasional.

“Kami berharap produk-produk OPOP dilengkapi katalog berbahasa
Inggris agar bisa kami bantu promosikan melalui jejaring yang sudah ada,” tambahnya.

Tak hanya itu, KJRI Hongkong juga membuka peluang keikutsertaan produk OPOP dalam berbagai pameran internasional yang rutin digelar di Hongkong.

Setiap tahun, lebih dari 100 pameran internasional dengan segmentasi pasar spesifik diselenggarakan, yang dinilai menjadi sarana strategis untuk mempertemukan pelaku usaha pesantren dengan pembeli, distributor, dan mitra dagang dari berbagai negara.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan motivasi yang diberikan KJRI Hongkong. Menurutnya, peluang ini menjadi dorongan penting bagi pesantren dan para alumni yang tengah mengembangkan usaha.

“Kami mengapresiasi dukungan KJRI Hongkong. Ini tidak hanya membuka peluang, tetapi juga memotivasi pesantren dan alumni agar berani meningkatkan pemasaran, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional,” ujar Gus Ghofirin.

Ia berharap pesantren dapat menangkap peluang tersebut melalui peningkatan kualitas produk, kesiapan promosi, serta strategi pemasaran yang tepat agar mampu bersaing di pasar global.

Melalui rangkaian OPOP Business Trip 2, OPOP Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan ekonomi pesantren serta memperluas akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan pesantren binaan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News