Kamala Harris Isyaratkan Maju Kembali di Pilpres 2028

Washington DC, Senin 13 April 2026-VNNMedia- Mantan Wakil Presiden Kamala Harris menyatakan sedang mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai presiden untuk ketiga kalinya

Pernyataan tersebut disampaikan Harris saat berbincang dengan Pendeta Al Sharpton dalam Konvensi National Action Network di Kota New York pada hari Jumat pekan lalu, yang langsung disambut sorak sorai dan teriakan dukungan dari para hadirin yang hadir

Harris mengungkapkan bahwa keputusannya untuk memikirkan pencalonan kembali didasari oleh pengamatannya selama berkeliling ke berbagai wilayah Amerika Serikat setahun terakhir. Menurutnya, status quo dalam pemerintahan saat ini tidak berjalan dengan baik bagi banyak orang

Ia menekankan perlunya memangkas birokrasi karena masyarakat lebih menginginkan kemajuan nyata daripada sekadar proses administratif yang panjang

Konvensi ini sendiri menjadi panggung penting bagi deretan tokoh potensial Partai Demokrat untuk pemilihan presiden 2028. Selain Harris, sejumlah nama besar seperti Pete Buttigieg, Josh Shapiro, Wes Moore, hingga Mark Kelly turut hadir dalam pertemuan tersebut

Sebagian besar dari mereka telah memberikan sinyal atau tidak menutup kemungkinan untuk maju dalam kontestasi mendatang

Dalam kesempatan yang sama, Harris juga melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Donald Trump, khususnya terkait perang Iran. Ia menilai Trump telah merusak aliansi internasional Amerika dengan negara-negara sahabat dan melemahkan kedudukan serta keamanan nasional Amerika di mata dunia

Harris juga menyindir klaim Trump yang menyebut telah menghancurkan program nuklir Iran, dengan menyatakan bahwa situasi perang saat ini menjadi bukti bahwa klaim tersebut tidak terbukti

Setelah menyelesaikan tur bukunya, Harris dijadwalkan akan memfokuskan kegiatannya pada musim semi ini untuk membantu penggalangan dana Partai Demokrat di wilayah Selatan, termasuk di Carolina Utara, Carolina Selatan, dan Georgia

Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat basis dukungan partai menjelang pemilihan paruh waktu, sekaligus memperkokoh posisinya di peta politik nasional