Kadin NTT dan Kadin Jatim Perkuat Sinergi Bisnis

SURABAYA, 31 JULI 2025 – VNNMedia – Upaya memperkuat konektivitas ekonomi antara wilayah timur dan barat Indonesia semakin nyata. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT menjalin kemitraan strategis dengan Kadin Jawa Timur dalam forum bisnis yang digelar di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Selasa (28/7/2025).

Forum ini dihadiri oleh lebih dari 80 pelaku usaha dari kedua provinsi.

Ketua Kadin NTT Bobby Lianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan dagang serta menekan defisit neraca perdagangan. Salah satu upaya nyata adalah dengan menggandeng pengusaha Jatim untuk berinvestasi di sektor prioritas NTT seperti pertanian dan peternakan.

“Jawa Timur adalah mitra dagang utama NTT. Khususnya melalui pelabuhan Surabaya yang menjadi jalur utama logistik menuju Kupang, Sumba, Flores hingga Alor,” kata Bobby.

Dalam forum ini, dilakukan business matching berdasarkan data yang telah dikumpulkan sebelumnya. Hasilnya, ada dua nota kesepahaman (MoU) langsung terealisasi.

Pertama yaitu investasi peternakan ayam ras pedaging dan petelur senilai Rp 6 miliar. Kemudian, investasi budidaya jagung di lahan seluas 1.000 hektar dengan nilai Rp 15 miliar.

Bobby menyebut langkah ini mendukung program “Ayo Bangun NTT” yang menargetkan pembangunan sektor swasta untuk menggantikan ketergantungan pada belanja pemerintah.

Kepala BI NTT Agus Sistyo Widjajati, menambahkan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi NTT masih sangat bergantung pada anggaran pemerintah, dengan kontribusi hingga 61% terhadap PDRB. Oleh karena itu, kolaborasi dengan sektor swasta seperti yang dilakukan bersama Kadin Jatim menjadi langkah penting.

“NTT memiliki potensi besar sebagai jalur distribusi ke Timor Leste dan Australia. Selain membuka akses pasar baru bagi Jawa Timur, kerja sama ini juga mendukung peningkatan produktivitas lokal melalui alih teknologi dan peningkatan kompetensi SDM,” jelas Agus.

Ia menyoroti bahwa produktivitas pertanian di NTT saat ini masih rendah, sekitar 4 ton/hektar, dibandingkan 8–10 ton/hektar di Jawa. Lewat sinergi ini, diharapkan produktivitas petani di NTT bisa terdongkrak secara signifikan.

Jatim Tawarkan Pasar dan SDM Berkualitas

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Diar Kusuma Putra, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, NTT memiliki kekuatan pada sektor agrikultur, sementara Jawa Timur unggul dalam industri manufaktur. Kombinasi keduanya diyakini saling melengkapi.

“Kami melihat potensi besar NTT sebagai mitra distribusi produk manufaktur Jawa Timur, terutama untuk pasar Timor Leste. Para pengusaha NTT bisa menjadi reseller dan distributor strategis,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menilai forum bisnis ini merupakan bagian dari misi dagang reguler yang tengah digencarkan, dengan target kunjungan ke berbagai provinsi setiap dua bulan.

Kadin Jatim juga tengah fokus membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kerja sama internasional dengan lembaga asal Jerman dan Swiss.

Peran Strategis Jawa Timur dalam Ekonomi Nasional

Kepala BI Jatim Ibrahim, menegaskan pentingnya relasi perdagangan Jawa Timur dan NTT. Menurutnya, Jawa Timur menyumbang 25% ekonomi Pulau Jawa dan menjadi kontributor terbesar kedua secara nasional setelah DKI Jakarta, yaitu sebesar 14,32%.

“Gubernur Jatim mencanangkan provinsi ini sebagai Gerbang Baru Nusantara. Kerja sama seperti ini akan memperkuat posisi Jatim sebagai pusat distribusi nasional, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi regional,” jelasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News