
Tokyo, Jumat 27 Februari 2026-VNNMedia- Badan Kepolisian Nasional Jepang melaporkan bahwa lebih dari 1.500 anak menjadi korban kejahatan melalui platform media sosial sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 1.566 anak di bawah usia 18 tahun menjadi korban kejahatan seksual dan tindak kriminal lainnya melalui ruang digital
Kelompok siswa SMP menempati jumlah tertinggi dengan 758 korban, disusul oleh siswa SMA sebanyak 579 anak. Namun, yang menjadi perhatian serius otoritas setempat adalah lonjakan korban dari kalangan pelajar SD yang mencapai 167 anak. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam satu dekade terakhir bagi kelompok usia sekolah dasar
Hasil investigasi menunjukkan bahwa sekitar separuh dari tersangka dan korban pertama kali berkenalan melalui platform Instagram dan X. Setelah perkenalan tersebut, aplikasi pesan singkat Line biasanya digunakan sebagai sarana komunikasi lebih lanjut.
Pihak otoritas mengungkapkan bahwa para tersangka sering kali menggunakan modus dengan menulis pesan atau komentar yang menunjukkan ketertarikan pada hobi anak-anak. Taktik ini digunakan untuk menarik perhatian dan membangun kepercayaan korban sebelum melancarkan aksi kejahatan mereka
sumber: NHK News
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News