
Tokyo, Senin 09 Maret 2026-VNNMedia- Kementerian Kesehatan Jepang secara resmi mengumumkan persetujuan atas pembuatan dan penjualan dua produk medis inovatif untuk pengobatan penyakit jantung dan Parkinson yang berbasis sel iPS
Langkah ini menandai pertama kalinya di dunia pengobatan dengan metode sel iPS digunakan secara praktis dan masuk ke ranah komersial. Keputusan strategis ini diambil guna memberikan solusi bagi pasien dengan kondisi kesehatan serius yang selama ini memiliki keterbatasan opsi perawatan.
Salah satu produk utama yang mendapatkan izin pada Jumat (6/3) adalah lembaran kardiomiosit bernama ReHeart. Produk ini merupakan hasil pengembangan dari Cuorips, sebuah perusahaan rintisan yang terafiliasi dengan Universitas Osaka
ReHeart dirancang khusus untuk menangani kardiomiopati iskemik, sebuah kondisi penyakit jantung berat yang memengaruhi kemampuan organ tersebut dalam memompa darah. Melalui teknologi ini, sel-sel baru diharapkan dapat membantu memulihkan fungsi jaringan jantung yang rusak
Selain pengobatan jantung, pemerintah Jepang juga menyetujui AMCHEPRY, sebuah produk sel yang dikembangkan oleh Sumitomo Pharma untuk ditransplantasikan ke otak pasien penderita penyakit Parkinson
Penyakit degeneratif ini umumnya memicu gejala tremor serta gangguan gerak pada anggota tubuh. Kehadiran AMCHEPRY menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan terapi regeneratif yang lebih mutakhir di lokasi pusat saraf
Menteri Kesehatan Ueno Kenichiro menyatakan harapannya agar terobosan ini dapat membantu pasien tidak hanya di Jepang, tetapi juga di seluruh dunia. Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat prosedur administratif agar perawatan ini bisa segera menjangkau masyarakat secara luas
Jika persiapan lembaga medis dan sistem produksi berjalan lancar, pasien kemungkinan besar sudah bisa menerima perawatan ini dengan dukungan cakupan asuransi kesehatan paling cepat pada musim panas tahun ini
Meski telah mendapatkan lampu hijau, persetujuan ini tetap disertai dengan persyaratan ketat guna menjamin keamanan jangka panjang. Otoritas kesehatan mewajibkan adanya survei menyeluruh terhadap seluruh pasien selama periode tujuh tahun untuk memverifikasi lebih lanjut tingkat kemanjuran serta keamanan prosedur tersebut
Langkah pemantauan ini diambil untuk memastikan bahwa inovasi medis pertama di dunia ini tetap mengedepankan aspek perlindungan pasien secara maksimal
sumber: NHK News
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News