
SURABAYA, 14 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka peluang kerja sama sister province antara Provinsi Jawa Timur dan Samarkand, kota tertua di Asia Tengah sekaligus pusat sejarah dan budaya Uzbekistan.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas saat Gubernur Khofifah menerima Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia dan ASEAN, Oybek Eshonov, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (13/2/2026).
Khofifah menyampaikan bahwa kedua pihak sepakat mendorong penandatanganan kerja sama sister province yang diharapkan memperkuat hubungan bilateral, khususnya di sektor perdagangan, pendidikan, kebudayaan, serta penguatan jejaring masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini tengah menempuh tahapan administrasi dan perizinan sesuai regulasi, melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan RI. Setelah seluruh proses rampung, naskah kerja sama akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan DPRD Jawa Timur.
Rencananya, penandatanganan kerja sama sister province akan dilakukan bertepatan dengan kunjungan Gubernur Samarkand ke Jawa Timur pada 4–7 April 2026.
Selain kerja sama ekonomi dan pemerintahan, Khofifah menekankan kuatnya hubungan historis dan spiritual antara Jawa Timur dan Samarkand. Ia menyebut banyak pesantren di Jawa Timur yang memiliki kedekatan keilmuan dan religius dengan Samarkand, termasuk tradisi ziarah ke makam Imam Bukhari.
Bahkan, salah satu Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa Timur, Syekh Maulana Malik Ibrahim, diyakini berasal dari kawasan Asia Tengah, termasuk Samarkand. Ikatan sejarah ini dinilai menjadi fondasi kuat dalam membangun hubungan budaya dan spiritual antara kedua wilayah.
Dari sisi perdagangan, hubungan Jawa Timur dan Uzbekistan menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–Oktober 2025, nilai ekspor nonmigas Jawa Timur ke Uzbekistan tercatat sebesar USD 9,36 juta, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Komoditas utama ekspor meliputi lemak dan minyak nabati, produk makanan olahan, sabun dan preparat pembersih, serta kertas dan karton.
Sementara itu, impor Jawa Timur dari Uzbekistan mencapai USD 43,06 juta, didominasi komoditas pupuk yang berperan penting dalam mendukung sektor pertanian di Jawa Timur.
Duta Besar Oybek Eshonov menyampaikan apresiasi atas sambutan Gubernur Khofifah dan jajaran Pemprov Jatim. Ia optimistis kerja sama yang tengah dijajaki akan memberikan manfaat konkret bagi kedua pihak serta semakin mempererat hubungan Jawa Timur dan Uzbekistan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News