
SURABAYA, 14 AGUSTUS 2025 – VNNMedia – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mencatat cakupan pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan mencapai 78,8% pada 2024.
Langkah ini dinilai berkontribusi pada penurunan prevalensi stunting di Jatim menjadi 14,7% pada 2025, terendah kedua secara nasional setelah Bali (8,7%) dan di bawah rata-rata nasional 19,8%.
“Alhamdulillah, prevalensi stunting di Jawa Timur turun signifikan dari 17,7% di 2023. Kami terbaik kedua nasional dan terbaik pertama di Pulau Jawa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Dr. dr. Erwin Astha Triyono.
Penurunan ini merupakan hasil intervensi bersama Pemprov Jatim, pemerintah kabupaten/kota, Tim Penggerak PKK, organisasi masyarakat seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, serta dukungan UNICEF dan institusi pendidikan.
Dinkes Jatim menilai pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama menjadi intervensi spesifik yang efektif menekan stunting. Namun, tantangan masih ada, seperti kurangnya pengetahuan ibu, minimnya dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan belum optimalnya fasilitas, termasuk ruang laktasi di tempat kerja.
Selain itu, rumah sakit dan puskesmas yang memiliki layanan persalinan diimbau menerapkan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) sesuai panduan Kementerian Kesehatan dan UNICEF/WHO.
Langkah ini bertujuan memastikan setiap bayi memperoleh ASI sejak lahir, yang tidak hanya memberikan nutrisi tetapi juga kekebalan tubuh dan ikatan emosional yang kuat.
WHO merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan, dilanjutkan dengan makanan pendamping dan menyusui hingga dua tahun atau lebih.
Dinkes Jatim berharap sistem dukungan berkelanjutan dari keluarga, fasilitas kesehatan, tempat kerja, dan masyarakat dapat meningkatkan capaian ASI eksklusif dan memastikan anak tumbuh sehat.
Pekan Menyusui Sedunia diperingati pada 1–7 Agustus 2025 dengan mengusung tema “Prioritaskan Menyusui: Membangun Sistem Dukungan yang Berkelanjutan”. Peringatan ini menekankan pentingnya dukungan menyeluruh bagi ibu menyusui di semua lingkungan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News