Iran Bentuk Kepemimpinan Sementara Usai Gugurnya Ayatollah Ali Khamenei

Pemimpin Tertingi Iran Mendiang Ayatollah Ali Khamenei

Teheran, Minggu 01 Maret 2026-VNNMedia- Iran telah membentuk otoritas kepemimpinan sementara usai tewasnya Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel pada hari Sabtu (28/2) pagi waktu setempat

Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan menjalankan tugas mendiang Ali Khamenei, bersama dengan Ketua Pengadilan, dan anggota Dewan Wali Iran

“Presiden, Ketua Pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi di masa kekosongan jabatan,” kata Wakil Presiden Iran Mohammad Mokhber, seperti dilaporkan oleh kantor berita IRNA

Menurut Mokhber mekanisme pergantian kepemimpinan telah dipersiapkan jauh hari untuk mencegah kekosongan jabatan dan menjamin keberlanjutan sistem pemerintahan

Sistem Pemerintahan Iran

Sistem pemerintahan Iran dikenal sebagai teokrasi republik yang dijalankan berdasarkan prinsip Wilayatul Faqih atau kepemimpinan ahli hukum Islam

Otoritas tertinggi berada di tangan Pemimpin Tertinggi yang memegang kendali atas kebijakan luar negeri, militer, dan peradilan

Di bawahnya terdapat Presiden yang berfungsi sebagai kepala pemerintahan untuk mengelola administrasi negara dan ekonomi, namun tetap harus tunduk pada keputusan Pemimpin Tertinggi

Lembaga lain yang sangat berpengaruh adalah Dewan Wali yang bertugas memastikan seluruh kebijakan negara sejalan dengan hukum Islam

Dewan ini memiliki kekuatan untuk membatalkan undang-undang serta menyeleksi kandidat yang ingin maju dalam pemilihan presiden maupun parlemen

Sementara itu, Majelis Ahli merupakan kumpulan ulama yang bertanggung jawab memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi. Pembagian ini dibuat agar aspirasi rakyat melalui pemilu tetap berada dalam koridor ideologi revolusi Islam yang dijaga oleh para ulama

Sistem ini diciptakan oleh Ayatollah Khomeini (pemimpin revolusi 1979) untuk memastikan bahwa Iran tidak kembali menjadi monarki dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam

Mendiang Ayatollah Ali Khamenei sendiri menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 4 Juni 1989. Ia ditunjuk oleh Majelis Ahli untuk menggantikan pemimpin revolusi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang wafat sehari sebelumnya

Sebelum menjadi Pemimpin Tertinggi, ia merupakan Presiden Iran yang menjabat selama dua periode dari tahun 1981 hingga 1989

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News