Institut STTS Buktikan Eksistensinya sebagai Pelopor Pendidikan AI di Jatim

Surabaya, 21 Juli 2025VNNMedia – Sebagai lembaga pendidikan yang fokus mengajarkan teknologi, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (STTS) terus berkomitmen mengedukasi perkembangan teknologi kepada masyarakat. Komitmen itu, telah berhasil dibuktikan Institut STTS yang menunjukkan eksistensinya sebagai pelopor pendidikan teknologi Artificial Intelligence (AI) di Jawa Timur melalui kegiatan lokakarya atau workshop bertajuk ‘Fundamental of Deep Learning’ yang telah sukses digelar bekerja sama dengan raksasa teknologi global NVIDIA, IAIS Chapter Jatim dan Dicoding. 

Diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan tiga tahun kolaborasi antara Institut STTS dan NVIDIA dalam program University Ambassador, sekaligus mempertegas peran aktif kampus ini dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Jawa Timur. 

Dikonfirmasi Senin (21/7/2025), salah satu Profesor atau dosen di Institut STTS, Esther Irawati Setiawan menyampaikan, kegiatan yang digelar pada dua sesi tanggal 8 dan 15 Juli 2025 ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para insan teknologi di Surabaya.

“Sebanyak 60 peserta mengikuti rangkaian workshop dari awal hingga akhir. Mereka mendapatkan kesempatan langka untuk menimba ilmu secara langsung dari para ahli NVIDIA. Materi yang disampaikan mencakup konsep-konsep dasar deep learning serta bagaimana teknologi ini telah merevolusi berbagai sektor industri modern,” jelas Esther.

60 peserta tersebut, dikatakan Esther, merupakan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga profesional yang juga mendapatkan kesempatan langsung untuk praktik penerapan teknologi AI di dunia nyata.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga mengukuhkan posisi Institut STTS sebagai Institusi pendidikan terdepan dalam bidang kecerdasan buatan atau AI di Surabaya. Terlebih, Institut STTS merupakan satu-satunya universitas swasta di Jawa Timur yang saat ini memiliki NVIDIA University Ambassador sekaligus instruktur Deep Learning bersertifikat,” terang Esther.

Dia mengungkap, posisi instruktur Deep Learning tersebut telah dipegang oleh Associate Professor di Institut STTS pula yakni Joan Santoso sejak tahun 2022.

“Hal itu juga diperkuat dengan hadirnya saya yang juga aktif sejak tahun 2025. Keberadaan para instruktur bersertifikat ini memastikan kualitas pengajaran dan penguasaan materi deep learning di lingkungan Institut STTS setara dengan standar global yang ditetapkan oleh NVIDIA,” ungkap Esther.

Esther pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada NVIDIA atas kolaborasi yang telah terjalin, serta kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dan membuat acara ini berjalan dengan sukses dan penuh kesan. 

“Diharapkan, kegiatan serupa seperti ini juga dapat terus berlanjut untuk mendorong perkembangan ekosistem AI dan teknologi di Surabaya. Sehingga memperkuat edukasi literasi digital di Jawa Timur,” harapnya.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia