
New York City, Minggu 20 Juli 2025-VNNMedia- Andy Byron, CEO perusahaan AI dan data Astronomer, dilaporkan mengundurkan diri, usai insiden video “Kiss Cam” di konser Coldplay pada Rabu lalu, menjadi viral dan dijadikan bahan meme oleh warga net
Melalui platform X pada Sabtu (19/7), Astronomer mengumumkan bahwa Andy Byron telah mengundurkan diri. “Andy Byron telah mengajukan pengunduran diri, dan Dewan Direksi telah menerimanya.”
“Dewan akan memulai pencarian untuk CEO berikutnya sementara salah satu pendiri dan Chief Product Officer, Pete DeJoy tetap akan menjabat sebagai CEO sementara,” tambahnya, seraya mengatakan bahwa investigasi internal terkait insiden tersebut tengah dilakukan
Diketahui di konser Coldplay di Gillette Stadium, Amerika Serikat pada Rabu lalu menjadi viral setelah kamera ‘Kiss Cam’ menyorot pasangan pria dan wanita, kemudian diketahui sebagai Andy Byron CEO Astronomer dan bawahannya Kristin Cabot kepala HRD di perusahaan tersebut, dimana keduanya terlihat saling merangkul dan tangan mereka bertautan mesra
baca juga: Momen “Kiss Cam” Konser Coldplay Kuak Skandal Dugaan Perselingkuhan CEO perusahaan AI
Byron dan Cabot langsung panik saat menyadari mereka terekam di layar besar. Cabot buru-buru menutup wajahnya dan berbalik, sementara Byron cepat-cepat menunduk berusaha menghindari sorotan kamera
Reaksi tak biasa itu membuat vokalis Coldplay Chris Martin kebingungan. “Eh, ada apa, ya?” kata Martin canggung di atas panggung, seperti terlihat dalam video yang viral di media sosial. Ia kemudian berseloroh, “Entah mereka lagi selingkuh, atau memang pemalu banget.”
Video viral itu sendiri telah ditonton lebih dari 9 juta kali di TikTok. Yang menarik, brand-brand besar seperti Netflix dan Tesla menjadikan insiden tersebut sebagai sarana promosi
Terkait perusahaan yang tiba-tiba terkenal imbas dari insiden tersebut, Asronomer menanggapinya dengan mengatakan, “Sebelum minggu ini, kami dikenal sebagai pelopor di bidang DataOps, membantu tim data menggerakkan segalanya, mulai dari analitik modern hingga AI produksi. Meskipun kesadaran publik terhadap perusahaan kami mungkin berubah dalam semalam, produk dan kerja kami untuk pelanggan tetap sama.”
sumber: Antara
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News