
Jakarta, Senin 2 Februari 2026 – VNNMedia – Badan Gizi Nasional (BGN) meminta maaf atas insiden keracunan yang dialami oleh ratusan pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah. Atas insiden tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan, pihaknya sudah melakukan investigasi atas peristiwa tersebut.
“Pertama, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional meminta maaf kepada para penerima manfaat yang mengalami kejadian yang kurang menyenangkan. Dan kami sudah melakukan investigasi, analisis untuk beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengalami kejadian,” kata Dadan usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
Dikutip Kompas.com, Dadan mengungkapkan, berdasarkan investigasi, pihaknya akan memberikan kartu kuning kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika menyalahi prosedur tingkat berat.
“Untuk yang kita berikan kartu kuning itu karena dia mengambil bahan baku jadi dari luar sehingga tidak terawasi cara masaknya. Dan kita akan berikan peringatan cukup keras hal tersebut,” ujar Dadan.
Di sisi lain, BGN melakukan evaluasi terhadap menu-menu yang disajikan imbas insiden itu. Ia tidak menutup kemungkinan, menu-menu yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa akan dihindari.
“Jadi, beberapa menu mungkin harus kita hindarkan supaya kejadian tidak terulang kembali. Dan saya kira kami akan membuat edaran supaya program makan bergizi bisa berjalan lebih aman,” ujar Dadan.
Sebelumnya, ratusan pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa keracunan MBG di SMAN 2 Kudus membuat puluhan siswa harus mendapatkan penanganan medis, sementara ratusan lainnya mengalami gejala ringan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, mengungkapkan bahwa proses pendataan masih terus dilakukan.
“Hasil pendataan kami hingga saat ini jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit,” ujar Mustiko, di Kabupaten Kudus, Kamis (29/1/2026).
Dari total 1.178 siswa SMAN 2 Kudus, sekitar 600 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News