
London, Selasa 07 April 2026-VNNMedia- Inggris menolak pangkalan militernya dijadikan basis militer Amerika Serikat untuk melancarkan serangan ke infrastruktur sipil Iran. Namun negara tersebut memperbolehkan AS menggunakan pangkalannya untuk serangan defensif
Setiap keputusan mengenai operasional pesawat pengebom AS di pangkalan militer Inggris akan ditentukan secara terpisah untuk tiap kasus, sebagaimana dilaporkan oleh The i Paper pada Senin (5/4) kemarin
Diketahui, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memborbardir fasilitas sipil Iran dari mulai pembangkit listrik hingga jembatan pada hari ini, jika Iran tolak membuka akses Selat Hormuz hingga batas waktu yang ditentukan yaitu hari Senin (6/4)
“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat s** itu, dasar b* g**, atau kalian akan hidup di Neraka – LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah,” kata Trump dalam unggahan Truth Social, mengutip Detik.com (6/4)
Sebagai informasi, Inggris mengoperasikan jaringan pangkalan militer strategis yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari pusat kekuatan di Portsmouth dan pangkalan udara Akrotiri di Siprus hingga Gibraltar yang mengontrol akses Mediterania
Di kawasan Timur Tengah dan Samudra Hindia, mereka mengandalkan pangkalan HMS Jufair di Bahrain serta Diego Garcia yang digunakan bersama Amerika Serikat untuk operasi jarak jauh
Kehadiran militer ini juga mencakup pusat pelatihan besar di Kenya, Belize, dan Kanada, serta penempatan pasukan di Brunei Darussalam. Untuk menjaga stabilitas di wilayah Atlantik Selatan, Inggris mengoperasikan pangkalan RAF Mount Pleasant di Kepulauan Falkland
Seluruh fasilitas ini berfungsi sebagai pendukung logistik, pusat intelijen, dan sarana reaksi cepat Inggris bersama sekutu dalam menghadapi krisis global
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News