
London, Rabu 08 April 2026-VNNMedia- Penyelenggaraan Wireless Festival 2026 resmi dibatalkan usai pemerintah Inggris mencabut izin perjalanan elektronik (ETA) rapper Kanye West-sekarang bernama YE-, seperti diumumkan oleh panitia gelaran musik tersebut
“Home Office (departemen pemerintah Inggris yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri, penegakan hukum, dan sistem imigrasi) telah mencabut ETA YE, sehingga ia tidak bisa memasuki wilayah Inggris. Akibatnya, Wireless festival dibatalkan dan pengembalian dana akan diberikan kepada seluruh pemegang tiket,” bunyi pernyataan resmi dari penyelenggara
YE dalam tanggapan resminya mengatakan bahwa ia sangat berterima kasih jika dapat bertemu dengan tokoh-tokoh komunitas Yahudi di Inggris. “Saya tahu kata-kata saja tidak cukup,” ungkapnya
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kedatangannya ke London bukan untuk menyebarkan ujaran kebencian atau anti-semit, namun untuk membawa pesan ‘persatuan, perdamaian, dan cinta’. “Saya harus menunjukkan perubahan melalui tindakan. Jika anda terbuka, saya ada di sini,” tulisnya
Sebelumnya PM Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa kehadiran West di Wireless sebagai hal yang sangat mengkhawatirkan dan menegaskan bahwa antisemitisme harus dihadapi dengan tegas.
Munculnya nama YE sebagai penampil utama di Wireless Festival 2026 membuat sejumlah sponsor mundur. Pepsi secara resmi menarik diri sebagai sponsor utama, yang diikuti oleh raksasa minuman Diageo (Johnnie Walker dan Captain Morgan)
baca juga: Pepsi Batal jadi Sponsor Utama Wireless Festival Akibat Kontroversi Kanye West
Rekam Jejak Sikap Anti-Semit Kanye West (YE)
Kanye West (YE) memulai eskalasi anti-semitisme pada Oktober 2022 melalui cuitan ancaman “death con 3” terhadap komunitas Yahudi dan klaim konspirasi mengenai kontrol mereka atas industri musik.
Kontroversi ini memuncak dalam wawancara InfoWars bersama Alex Jones, di mana YE secara eksplisit memuji Adolf Hitler, menyangkal fakta Holocaust, dan menggunakan simbol swastika dalam grafik yang diunggah ke akun X-nya sebelum akhirnya ditangguhkan
Dampaknya sangat masif, mencakup pemutusan kontrak sepihak oleh Adidas yang menghentikan lini Yeezy, serta pembatalan kerja sama oleh Gap, Balenciaga, dan agensi talenta CAA yang membuat status miliardernya hilang seketika.
Memasuki tahun 2025, ia kembali memicu kemarahan publik setelah merilis video musik dengan lirik provokatif dan sempat memasarkan merchandise bermotif ekstrem
Pada Januari 2026, Ye sempat melakukan upaya pemulihan citra dengan memasang iklan permintaan maaf satu halaman penuh di The Wall Street Journal, mengklaim bahwa tindakannya dipengaruhi episode manik akibat gangguan bipolar.
Namun, kredibilitas permintaan maaf tersebut diragukan karena ia kembali melontarkan pernyataan serupa dalam beberapa kesempatan setelahnya
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News