
London, Senin 13 April 2026-VNNMedia- Inggris secara tegas membantah keterlibatannya dalam persoalan Selat Hormuz menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut negara Raja Charles itu akan mengerahkan kapal penyapu ranjau ke selat tersebut, seperti dilaporkan media lokal
Meski demikian, Inggris tetap mendukung kebebasan navigasi dan tetap terbukanya selat yang paling krusial dalam geopolitik dan ekonomi global itu. “Selat Hormuz tidak boleh dikenakan pungutan,” ujar seorang pejabat Inggris yang dikutip oleh Sky News
Pejabat tersebut juga menyampaikan bahwa London tengah bekerja keras mendorong Prancis dan negara lainnya untuk membentuk koalisi guna menjaga kebebasan navigasi
Penolakan Inggris terhadap AS terkait operasi militernya ke Iran bukanlah kali ini saja terjadi. Pada awal Maret, PM Inggris Keir Starmer, dihadapan konggres, menyatakan absennya Inggris dalam ‘serangan ofensif” AS-Israel ke Iran. Sambil membela keputusan untuk tidak memfasilitasi serangan awal, Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak mendukung upaya perubahan rezim melalui kekuatan udara
Tidak berhenti disitu, pada awal April, Inggris juga menolak pangkalan militernya dijadikan basis militer Amerika Serikat untuk melancarkan serangan ke infrastruktur sipil Iran. Namun negara tersebut memperbolehkan AS menggunakan pangkalannya untuk serangan defensif
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News