Industri Galangan Kapal Terabaikan, Menkeu Dorong Kebijakan Pro Produksi Dalam Negeri

JAKARTA, 11 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong kebangkitan industri galangan kapal nasional sebagai salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi dan penguatan sektor manufaktur dalam negeri. Penegasan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menkeu menilai Indonesia sejatinya memiliki sumber daya manusia unggul di bidang perkapalan. Namun, potensi tersebut belum berkembang optimal akibat minimnya kesempatan dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada industri domestik.

“Saya baru tahu orang kita itu jago. Masalahnya, justru tidak diberi kesempatan oleh kebijakan kita sendiri,” ujar Purbaya.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang melemahkan industri galangan kapal nasional adalah kebijakan impor kapal bekas yang masih terbuka luas. Kondisi ini membuat permintaan terhadap kapal buatan dalam negeri terus tergerus, meskipun Indonesia dikenal sebagai negara maritim.

“Kita negara empat laut, negara maritim, tapi kapalnya beli dari luar. Akhirnya tenaga ahli kita tidak dapat order,” tegasnya.

Menkeu juga menyoroti rendahnya pemanfaatan belanja pemerintah, termasuk APBN, untuk mendukung galangan kapal dalam negeri. Program peremajaan kapal negara yang seharusnya menjadi peluang besar bagi industri nasional dinilai belum terserap optimal.

Padahal, Presiden telah menyampaikan terdapat 2.491 kapal berusia lebih dari 25 tahun yang dipastikan akan diganti. Menurut Purbaya, kebutuhan tersebut seharusnya dapat menjadi pasar domestik strategis bagi galangan kapal nasional.

“Demand domestik harus diamankan kalau industri kita mau maju. Kapal-kapal tua itu pasti diganti, dan anggarannya sudah disiapkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan industri galangan kapal juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, terutama melalui percepatan realisasi belanja negara di awal tahun.

“Saya ingin uang APBN cepat keluar agar ekonomi bergerak lebih cepat. Salah satu sektor yang punya kemampuan tapi masih underutilized karena kurang kesempatan adalah galangan kapal,” kata Purbaya.

Ke depan, Menkeu mendorong KADIN, kementerian terkait, dan pelaku industri untuk menyusun peta jalan (roadmap) yang jelas guna menghidupkan kembali industri galangan kapal nasional, sekaligus memastikan prioritas permintaan domestik bagi produksi dalam negeri.

“Mari kita bangun bersama industri galangan kapal nasional agar benar-benar bangkit dan berdaya saing,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News