
Jakarta, Senin 04 Agustus 2025-VNNMedia- Indonesia akan segera mengirimkan bantuan pangan skala besar, yaitu 10 ribu ton beras, ke Palestina, untuk meredakan krisis pangan akut yang melanda wilayah Gaza akibat blokade Israel
“Kita juga akan mengirimkan bantuan makanan 10 ribu ton beras dalam waktu dekat ke Palestina,” tegas Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam sebuah keterangan tertulis pada hari Minggu
Adapun bantuan tersebut menurut Sugiono, adalah bentuk dari komitmen konkret pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina yang merupakan amanat konstitusi dan komitmen kebangsaan
Ia juga membeberkan bahwa Indonesia sejauh ini telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza lebih dari 4.400 ton logistik dan ratusan miliar rupiah. Dukungan untuk Palestina, sesuai dengan amanat Presiden RI Prabowo Subianto
Lebih lanjut, Sugiono menjelaskan jika urusan Palestina, oleh Presiden Prabowo, dimasukkan dalam agenda pemerintahan RI sejak dilantik pada 20 Oktober tahun lalu
“Presiden Prabowo telah menyampaikan sikap Indonesia secara langsung di forum ASEAN, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan forum-forum multilateral lainnya,” jelas Sugiono. “Tugas saya sebagai Menteri Luar Negeri adalah melanjutkan sikap itu dalam langkah nyata,” pungkasnya
PBB dalam sebuah unggahan di X menyatakan bahwa satu juta perempuan dan anak perempuan kelaparan di Gaza. “Situasi mengerikan ini tidak dapat diterima dan harus diakhiri
Organisasi dunia itu menyerukan pengiriman bantuan yang menyelamatkan jiwa bagi semua perempuan dan anak perempuan, gencatan senjata segera dan pembebasan semua tawanan
Badan pemantau kelaparan global, Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC), menyatakan keadaan darurat di Gaza dengan menyebut bahwa ambang batas kelaparan di wilayah konflik tersebut telah terlampaui. Laporan IPC menjadi gambaran nyata ‘skenario terburuk’ yang terjadi di wilayah yang terkepung
Sementara organisasi kesehatan dunia (WHO) melaporkan jika 63 dari 74 kematian di Gaza untuk bulan Juli saja adalah disebabkan malnutrisi, termasuk 38 orang dewasa dan 24 anak balita
sumber: Antara/lombok post
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News