Hollywood Kecam Keras Model Video AI Buatan ByteDance

Los Angeles, Minggu 15 Februari 2026-VNNMedia- Industri hiburan Hollywood kini tengah bersatu melawan model video kecerdasan buatan (AI) terbaru milik ByteDance, Seedance 2.0

Organisasi-organisasi besar di Amerika Serikat menuduh alat tersebut telah menjadi sarana pelanggaran hak cipta yang “terang-terangan” dan tidak terkendali sejak diluncurkan awal pekan ini

Seedance 2.0, yang saat ini tersedia melalui aplikasi Jianying di China dan segera hadir di CapCut secara global, memungkinkan pengguna membuat video berdurasi 15 detik hanya melalui perintah teks. Namun, kemampuannya dalam meniru wajah selebritas serta menggunakan kekayaan intelektual studio tanpa izin memicu kemarahan luas

Contoh nyata terjadi ketika seorang pengguna mengunggah video simulasi perkelahian antara Tom Cruise dan Brad Pitt yang dibuat hanya dengan perintah dua baris, memicu reaksi putus asa dari penulis skenario “Deadpool”, Rhett Reese

CEO Motion Picture Association (MPA), Charles Rivkin, menuntut agar ByteDance segera menghentikan aktivitas ilegal tersebut. Menurutnya, ByteDance telah mengabaikan hukum hak cipta yang selama ini melindungi jutaan lapangan kerja di Amerika Serikat

Senada dengan MPA, serikat aktor SAG-AFTRA dan inisiatif Human Artistry Campaign turut mengutuk model tersebut sebagai serangan terhadap para kreator di seluruh dunia

Krisis ini semakin memanas setelah raksasa hiburan Disney mengambil tindakan hukum. Laporan menyebutkan bahwa Disney telah mengirimkan surat peringatan keras kepada ByteDance setelah menemukan karakter-karakter ikonik mereka, seperti Spider-Man, Darth Vader, hingga Baby Yoda, diproduksi ulang secara ilegal oleh pengguna Seedance

Disney mengklaim bahwa tindakan ByteDance merupakan pembajakan karakter melalui reproduksi dan pendistribusian karya turunan tanpa izin. Meskipun Disney sebelumnya terbuka bekerja sama dengan AI melalui perjanjian lisensi dengan OpenAI, mereka menegaskan tidak akan mentoleransi penggunaan kekayaan intelektual mereka tanpa kompensasi dan pengamanan yang jelas

sumber: TechCrunch

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News