
MAKASSAR, 6 APRIL 2026 – VNNMedia – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan Indonesia siap menghadapi potensi dampak El Nino, dengan dukungan stok pangan yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui kondisi cuaca panas ekstrem mulai dirasakan dan berpotensi memengaruhi produksi pertanian. Namun, pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya menjadi modal kuat pemerintah dalam mengantisipasi dampaknya.
“Kami sudah berpengalaman mengelola El Nino sejak 2015 hingga tahun-tahun terakhir, sehingga lebih siap menghadapi kondisi saat ini,” ujar Amran usai meninjau gudang Perum Bulog di Makassar, Minggu (5/4/2026).
Ia menegaskan, ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi sangat kuat. Stok beras pemerintah tercatat mencapai sekitar 4,5 juta ton pada awal April 2026, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Dalam 10 hingga 20 hari ke depan, stok diproyeksikan bisa mencapai 5 juta ton,” tambahnya.
Selain cadangan di gudang pemerintah, ketersediaan pangan juga didukung stok di sektor lain seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka) yang mencapai sekitar 12,5 juta ton. Di sisi lain, potensi produksi dari tanaman yang sedang memasuki masa panen (standing crop) diperkirakan mencapai 11 juta ton.
Dengan total ketersediaan tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka panjang, termasuk saat puncak musim kering akibat El Nino. “Artinya, stok pangan untuk masyarakat Indonesia dipastikan aman hingga sekitar 11 bulan ke depan,” tegas Amran.
Pemerintah pun optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga, meskipun dihadapkan pada tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem global.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News
Sumber daya emas tercatat mencapai 39 juta ounce atau naik 6 persen, tembaga 9,1 juta ton (+6 persen), perak 93,8 juta ounce (+4 persen), serta nikel 11,8 juta ton (+4 persen).
Sementara itu, cadangan bijih mengalami lonjakan signifikan, mencerminkan keberhasilan konversi sumber daya menjadi cadangan yang siap ditambang. Cadangan emas melonjak 81 persen menjadi 15,9 juta ounce, tembaga naik 60 persen menjadi 3 juta ton, perak meningkat 21 persen menjadi 69,8 juta ounce, dan nikel tumbuh 48 persen menjadi 4,4 juta ton.
Kinerja ini didorong oleh optimalisasi rencana tambang, pembaruan model geologi, serta keberhasilan program eksplorasi di sejumlah aset utama.
Beberapa proyek menjadi kontributor utama pertumbuhan cadangan, antara lain Proyek Tembaga Tujuh Bukit yang mencatat peningkatan signifikan pada emas dan tembaga, serta Tambang Emas Pani yang mengalami lonjakan cadangan emas dari 2 juta ounce menjadi 5,2 juta ounce atau naik 166 persen. Selain itu, Tambang Nikel SCM juga mencatat kenaikan cadangan nikel hingga 4,4 juta ton.
Optimalisasi operasi di Tambang Emas Tujuh Bukit serta pembaruan asumsi ekonomi turut meningkatkan kualitas dan keekonomian cadangan yang dimiliki perseroan.
Secara strategis, peningkatan cadangan ini memperpanjang umur tambang (mine life), meningkatkan kepastian produksi jangka panjang, serta memperkuat valuasi aset dan daya tarik investasi perusahaan. Hal ini juga mendukung pengembangan proyek-proyek utama sebagai motor pertumbuhan ke depan.
Presiden Direktur Merdeka, Albert Saputro, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan keberhasilan strategi eksplorasi dan pengembangan yang dijalankan perusahaan. “Peningkatan cadangan tahun 2025 menunjukkan kualitas portofolio aset kami serta memperkuat visibilitas terhadap pertumbuhan produksi dan arus kas ke depan,” ujarnya.
Dengan portofolio kuat di komoditas emas, tembaga, dan nikel, Merdeka dinilai berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang dari permintaan global terhadap logam, sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah volatilitas pasar komoditas. (KS-5)