
Seoul, Senin 15 September 2025-VNNMedia- Kelompok peretas Korea Utara, Kimsuky, dilaporkan telah menggunakan gambar yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) dalam kampanye phishing terbarunya terhadap badan militer Korea Selatan. Menurut laporan perusahaan keamanan siber lokal, Genians, para peretas ini mengirimkan email berbahaya yang menargetkan sejumlah lembaga militer rahasia
Email tersebut berisi lampiran malware dan meminta penerima untuk meninjau contoh desain kartu identitas bagi pegawai sipil militer. Gambar kartu identitas yang disertakan dalam email ini ternyata dibuat menggunakan alat AI generatif, yang menurut Genians, kemungkinan besar diproduksi melalui layanan seperti ChatGPT
Para penyerang diduga berhasil mengakali pembatasan yang biasanya diterapkan oleh layanan AI komersial yang memblokir pembuatan kartu identitas. Genians mencatat bahwa Kimsuky kemungkinan menyamarkan permintaan mereka sebagai desain tiruan untuk penggunaan yang sah, misalnya dengan menyatakan bahwa mereka hanya memproduksi sampel desain, bukan mereplikasi kartu identitas militer sungguhan
Selain itu, para peretas juga menggunakan nama domain palsu, seperti “.mli.kr”, yang dirancang agar sangat mirip dengan situs web pertahanan Korea Selatan yang asli dengan akhiran “.mil.kr”
Kasus ini menambah daftar kekhawatiran yang berkembang mengenai penggunaan AI oleh Pyongyang dalam operasi siber. Laporan lain dari perusahaan AI Anthropic pada Agustus lalu juga mengungkapkan bahwa peretas Korea Utara menggunakan AI generatif untuk membuat identitas palsu selama proses lamaran kerja di perusahaan teknologi luar negeri
Alat AI ini digunakan untuk mengatasi keterampilan pemrograman yang kurang dan kemampuan bahasa Inggris yang terbatas saat wawancara. Dalam beberapa kasus, AI juga digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas setelah mereka berhasil direkrut
Anthropic menambahkan bahwa Kimsuky baru-baru ini juga meningkatkan serangan phishing mereka dengan umpan bertema AI, termasuk email yang seolah-olah berasal dari layanan manajemen email berbasis AI
Para ahli keamanan menekankan bahwa meskipun layanan AI menawarkan kemudahan, ada risiko besar eksploitasi yang dapat membahayakan keamanan nasional, dan perlindungan yang lebih ketat sangat diperlukan
sumber: The Korea Herald
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News