
SURABAYA, 20 Juli 2025 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan orasi ilmiah di hadapan 2.180 wisudawan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dalam Wisuda ke-112 dan Sidang Senat Terbuka, Minggu (20/7/2028). Dalam pidatonya, Khofifah menegaskan komitmennya membangun pendidikan Islam yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Khofifah secara khusus mendorong UINSA untuk mengembangkan program Teaching Industry dan program studi (prodi) Islamic Finance. Kedua program ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masa depan, terutama dalam memperkuat ekosistem industri halal dan sektor keuangan syariah.
“Teaching Industry untuk industri halal akan sangat bermanfaat, apalagi di Sidoarjo akan segera diresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Halal pertama di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun pemerintah pusat telah menargetkan pengembangan Teaching Industry sejak 2023, kesiapan ekosistem masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, Khofifah berharap UINSA dapat menjadi pelopor dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis industri halal.
Terkait prodi Islamic Finance, Khofifah melihat peluang besar untuk mendorong kualitas SDM di sektor perbankan syariah. “Prodi ini bisa menjadi referensi dan sumber daya unggul bagi industri perbankan syariah di Indonesia,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Kontributif Pendidikan Islam Jawa Timur dari Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi nyata Gubernur Khofifah dalam pengembangan pendidikan Islam di Jatim.
Sejak menjabat, Khofifah telah menjalankan berbagai program strategis untuk pendidikan keagamaan. Di antaranya, Program Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS), BOSDA untuk Madrasah Diniyah, serta bantuan untuk guru dan ustadzah yang total anggarannya telah menembus Rp1 triliun dalam lima tahun terakhir.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menggulirkan beasiswa bagi para santri. Sejak 2019 hingga 2025, melalui LPPD, tercatat 6.876 santri telah menerima beasiswa untuk jenjang S1, S2, S3, hingga Universitas Al-Azhar Kairo. Tahun ini, sebanyak 1.193 santri akan kembali menerima beasiswa serupa.
“Terima kasih kepada UINSA yang telah mencatat dan mengapresiasi ikhtiar ini. Mari kita terus kuatkan sinergi antara Pemprov Jatim dan UINSA,” kata Khofifah.
Dalam pesannya kepada para wisudawan, Khofifah mengajak mereka menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan. Ia mendorong generasi muda untuk menjadi enabler leaders dan game changers yang mampu menjawab tantangan zaman dengan kapasitas dan intelektualitas tinggi.
“Di tangan kalian, sesuatu yang tampak mustahil bisa menjadi mungkin. Mari kita bangun perguruan tinggi yang benar-benar memberi manfaat bagi umat dan masyarakat, menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.
Senada dengan Khofifah, Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki juga mengingatkan pentingnya ketangguhan karakter di era pasca-wisuda. Ia menyoroti fenomena “Generasi Strawberry” dan mendorong para lulusan untuk menjadi pribadi yang tahan banting dan bijak dalam menggunakan media sosial.
“Jejak digital jangan dianggap remeh. Banyak perusahaan menolak kandidat karena rekam jejak online mereka. Kurangi scrolling, perbanyak membaca buku,” pesannya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News