
Menlo Park, 25 Juni 2025-VNNMedia- Pengguna Facebook global melayangkan protes ke Meta setelah insiden pemblokiran massal terhadap grup-grup Facebook di seluruh dunia
Grup-grup Facebook dengan jumlah anggota kecil hingga jutaan tak luput dari pemblokiran oleh perusahaan tersebut dengan alasan dugaan pelanggaran termasuk penyebaran konten terorisme, pornografi sampai ujaran kebencian
Mengutip TechCrunch pada Selasa (24/6), seorang admin grup yang terdampak mengatakan bahwa grupnya berisi konten lifestyle dan sudah berumur lebih dari satu tahun. “Grup kami hanya berisi tips hemat belanja, dan sudah berdiri bertahun-tahun. Tapi, tiba-tiba kena banned (blokir) tanpa penjelasan rinci.”
Pemblokiran tersebut membuat pengelolaan komunitas lumpuh total, bahkan berdampak pada bisnis UKM yang selama ini bergantung pada aktivitas grup bisnis mereka
Meta sendiri melalui juru bicaranya, Andy Stone, mengatakan bahwa pihaknya sedang mempelajari maslah tersebut. “Kami menyadari adanya kesalahan teknis yang berdampak pada sejumlah Facebook Grouup. Kami sedang melakukan perbaikan,” tulis Stone lewat platform X
Belum ada keterangan resmi dari Meta terkait pemblokiran massal tersebut. Namun, banyak yang menduga bahwa terjadi masalah dalam sistem moderasi berbasis kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan Mark Zuckerberg itu
Petisi daring telah ditandatangani oleh ribuan pengguna Facebook, yang menuntut Meta untuk memulihkan grup-grup yang terblokir dan memberikan transparansi atas proses moderasi yang digunakan perusahaan
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News