GPM Kembali Digelar, Upaya Intervensi Kenaikan Harga Bahan Pokok

MALANG, 14 Februari 2026 – VNNMedia – Jelang Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Jumat (13/2/2026). GPM ini digelar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, serta mengantisipasi kenaikan harga sejumlah bahan pokok, terutama komoditas cabai yang mengalami lonjakan cukup signifikan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan merupakan tren tahunan. Namun, lonjakan harga cabai kali ini dinilai lebih tinggi dibandingkan komoditas lainnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga cabai lokal asal Merjosari tercatat Rp75.000,- per kilogram, sementara di beberapa pasar seperti Pasar Oro-oro Dowo telah mencapai Rp90.000,- per kilogram. “Memang kita tidak bisa menghindari, karena sebelum Ramadan itu rata-rata selalu ada kenaikan. Tetapi tidak terlalu drastis, kecuali untuk cabai ini memang drastis,” terangnya.

Menurut Wahyu, tingginya harga cabai dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kembalinya mahasiswa ke Kota Malang menjelang masa perkuliahan yang turut meningkatkan permintaan bahan pokok. “Dengan banyaknya kunjungan dan kuliner pedas di Kota Malang, permintaan cabai sangat tinggi. Sementara lahan cabai di kota terbatas dan kita sangat tergantung dari luar daerah. Itu yang membuat lonjakannya cukup tinggi,” ungkapnya.

Untuk merespons kondisi tersebut, Wahyu juga telah meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk segera merumuskan langkah intervensi. “Kita akan mengadakan rapat dengan TPID untuk membuat rekomendasi harga bahan pokok mana yang harus kita intervensi. Intervensinya dengan membuka Warung Tekan Inflasi di pasar-pasar agar harganya bisa normal,” bebernya.

Selain itu, Pemkot Malang juga akan memperkuat skema Kerjasama Antar Daerah (KAD) guna memperoleh pasokan cabai dengan harga lebih terjangkau dari daerah mitra. Beberapa daerah yang telah menjalin kerja sama antara lain Lumajang, Jember, Probolinggo, serta Kabupaten Malang.

“Kerja sama antardaerah ini kita langsung bertanya terkait harga cabai di tingkat petani, sehingga kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah dan menjualnya dengan harga yang sama di Kota Malang untuk menekan lonjakan,” terangnya.

Wahyu menyebutkan Gerakan Pangan Murah (GPM) juga akan dilaksanakan di berbagai titik selama Ramadan, yang direncanakan akan dilaksanakan sebanyak 20 kali yang tersebar di lima kecamatan sebagai langkah antisipasi lonjakan harga menjelang Ramadan maupun Hari Raya Idulfitri.

Melalui berbagai langkah intervensi tersebut, harapannya harga cabai dapat kembali normal sebelum Ramadan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan bahan pokok dapat terpenuhi dengan baik. “Mudah-mudahan nanti sebelum Ramadan harga cabai sudah stabil, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan masyarakat lebih mudah memenuhi kebutuhan bahan pokoknya,” pungkasnya. 

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia