
JAKARTA, 26 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Kementerian Perindustrian menyatakan dukungan penuh terhadap program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dipandang strategis untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperkuat penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis produk dalam negeri.
Program Gentengisasi diperkenalkan sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Selain memperbaiki kualitas permukiman, inisiatif ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan industri nasional secara lebih luas sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai Gentengisasi sebagai peluang besar bagi industri genteng dan keramik nasional.
Program ini dinilai mampu mendorong peningkatan kapasitas produksi, ekspansi investasi, serta penguatan daya saing industri melalui penerapan standar mutu dan pemanfaatan teknologi industri.
“Gentengisasi menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur industri material bangunan nasional, sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing produk genteng dalam negeri,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Penguatan industri material bangunan tersebut juga mendapat dukungan dari Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI).
Kepala BSKJI Emmy Suryandari menegaskan bahwa keberhasilan Gentengisasi harus dibarengi dengan penerapan standardisasi yang konsisten serta penguatan layanan teknis di seluruh unit kerja.
Menurutnya, fokus program tidak hanya pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada pemenuhan standar mutu, efisiensi proses produksi, dan aspek keberlanjutan. Standardisasi dan jasa industri menjadi instrumen utama agar produk genteng nasional memiliki kualitas terjamin dan mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
Dalam implementasinya, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) menyatakan kesiapan untuk berperan aktif mendukung industri genteng dan material bangunan.
Kepala BBSPJIKMN Azhar Fitri menjelaskan, lembaganya berfungsi sebagai mitra teknis yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan pelaksanaan teknis di lapangan.
Melalui layanan konsultansi dan optimalisasi teknologi industri, BBSPJIKMN memberikan pendampingan mulai dari penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk genteng, peningkatan efisiensi energi dan produktivitas, pengembangan serta ekspansi kapasitas industri, hingga pemenuhan regulasi industri, lingkungan, dan keselamatan kerja.
Kemenperin optimistis, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga teknis akan menjadikan Gentengisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat industri keramik dan mineral nonlogam nasional secara berkelanjutan.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News