
Naypyidaw, 30 Maret 2025-VNNMedia- Kota terbesar kedua di Myanmar, Mandalay, kembali diguncang gempa susulan pada hari ini yang menyebabkan warga kota berhamburan di tengah reruntuhan puing-puing bangunan yang telah roboh akibat gempa yang terjadi sebelumnya pada Jumat (28/3)
Sejak gempa dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter menghantam negara tersebut pada Jumat kemarin, yang juga dirasakan oleh Thailand dan China, Myanmar masih harus menghadapi gempa susulan hingga hari ini
Akibat gempa itu ratusan bangunan roboh, sejumlah infrastruktur rusak berat, Myanmar dalam kondisi hancur lebur. Hal ini yang menyebabkan junta militer akhirnya memutuskan meminta bantuan internasional,sesuatu yang sangat jarang terjadi, yang menunjukkan jika kondisi negara tersebut saat ini sangat parah. Diketahui rezim militer Myanmar sebelumnya sangat menghindari bantuan asing
Junta militer melaporkan pada Sabtu (29/3) bahwa korban tewas telah mencapai 1.644, lebih dari 3.400 terluka dan sekitar 139 orang dilaporkan hilang. Namun melihat dari kondisi negara yang terisolasi serta minim fasilitas kesehatan, diperkirakan jumlah korban tewas maupun luka akan terus bertambah secara signifikan
Badan Geologi Amerika Serikat memperkirakan kematian akibat gempa di Myanmar bisa mencapai angka lebih dari sepuluh ribu dan kerugian materi melebihi nilai PDB negara tersebut- yang diperkirakan pada tahun 2024 mencapai US$491 miliar-
Myanmar selama empat tahun terakhir dilanda perang saudara yang dipicu oleh kudeta militer tahun 2021. Pejuang anti junta militer yang disebut sebagai ‘Pemerintah Persatuan Nasional’ bayangan telah mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu akibat gempa
Dalam pernyataannya hari ini, pemerintah yang dalam pengasingan itu mengatakan akan bekerjasama dengan PBB dan LSM untuk memastikan keamanan, transportasi dan pendirian kamp penyelamatan dan medis sementara di wilayah yang dikuasainya, seperti yang diumumkan dalam sebuah pernyataan di media sosialnya
Badan-badan bantuan internasional telah memperingatkan bahwa Myanmar tidak siap menghadapi bencana sebesar ini
sumber: CNA/World Economics
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News