Gandeng Tujuh Kepala Daerah, Proyek Sampah Jadi Listrik Digenjot di Jatim

SURABAYA, 29 MARET 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bersama tujuh bupati dan wali kota di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya.

Penandatanganan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi ini turut disaksikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Khofifah menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar pengelolaan limbah, melainkan transformasi sampah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi. Ia menyebut, sinergi antar daerah menjadi kunci utama dalam memenuhi kebutuhan bahan baku minimal 1.000 ton sampah per hari sesuai regulasi.

Untuk kawasan Surabaya Raya, pasokan sampah diperkirakan mencapai 1.100 ton per hari, berasal dari Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan. Pembangunan fasilitas PSEL direncanakan berlokasi di Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya.

Sementara di Malang Raya, total pasokan sampah mencapai sekitar 1.138,9 ton per hari yang berasal dari Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Lokasi pembangunan direncanakan berada di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan memastikan proyek berjalan optimal melalui penguatan koordinasi, monitoring, hingga evaluasi lintas daerah secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi capaian Jawa Timur dalam pengelolaan sampah yang mencapai 52,7 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 24,95 persen. Ia juga menilai penanganan praktik open dumping di Jatim menunjukkan progres signifikan dan layak menjadi contoh nasional.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google NEws